Tak Akomodir Tenaga Kerja Lokal, Karang Taruna Boikot PT. Antam di Haltim

  • Bagikan
Karang taruna boikot PT Antam di Haltim

MABA – Pemboikotan aktivitas PT Antam di Kabupaten Halmahera Timur, oleh pemuda karang taruna masih berlanjut, hal  ini jelas terlihat di lokasi pertambangan tanjung Buli, Desa Sailal, Kecamatan Maba serta pintu masuk lokasi pembangunan pabrik feronikel di Desa Soalaipo, Kecamatan Kota Maba.

Ketua Karang Taruna Soalaipo, Mursidi Daud mengatakan, aksi palang jalan di lokasi pembangunan pabrik Feronikel serta menghentikan aktivitas PT Sumber Daya Arindo, Sub PT Antam di Marnopo sudah berjalan selama lima hari, mulai dari Sabtu hingga hari ini (25/4/2018).

“Aksi pemboikotan aktivitas pertambangan oleh pemuda karang taruna desa Soalipo dan pemuda karang turuna Desa Soasangaji sudah berlangsung lima hari,” kata Mursidi ketika disambangi wartawan KabarMalut, lokasi jalan masuk pembangunan pabrik Feronikel desa Soalipo.

Kata dia, pemuda karang taruna Desa Soalaipo dan pemuda karang taruna Desa Soasangaji, melakukan aksi pemboikotan aktivitas pembangunan pabrik Feronikel serta aktivitas pertambangan di Marnopo. Karena hasil tes seleksi wawancara yang diumumkan PT Antam tidak mengakomodir tenaga kerja lokal.

“Selama tuntutan kita tidak diakomodir oleh PT Antam. Maka aksi pemboikotan aktivitas perusahan akan terus dilakukan oleh kawan-kawan baik itu yang ada di Buli,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, poin tuntutan karang taruna, salah satunya meminta PT Antam untuk merevisi kembali nama-nama peserta yang dinyatakan lolos seleksi wawancara. Pasalnya, mereka mengabaikan 80 persen tenaga lokal di ring satu dan ring dua.

“Informasi bahwa hari ini petinggi PT Antam dari Pusat tiba di Haltin. Dan akan melakukan pertemuan bersama karang taruna dan masyarakat. Karena memasuki hari kelima aksi pemboikotan belum ada mediasi,” pungkasnya. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut