Simbol 3 Jari pada Deklarasi Malaria Center, Ini Tanggapan Panwaslu Halsel

  • Bagikan
Ketua Panwaslu Kab. Halsel, Kahar Yasim (foto/bud/KabarMalut)

LABUHA – Simbol tiga jari yang ditunjukan pada saat deklarasi hari malaria sedunia tahun 2018 yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan, bertempat di ruang aula kantor bupati pada Rabu (25/4/2018) lalu dinilai tidak ada unsur politik.

“Itu sebagai simbol deklarasi malaria, tidak ada unsur politik,” ungkap Ketua Panwaslu Kabupaten Halsel, Kahar Yasim saat ditemui di ruang kerjanya. Jumat (27/4/2018).

Kahar menyebutkan, gerakan basmi malaria itu bukan hanya ditingkat nasional tapi pada tingkat internasional dan simbol yang digunakan yaitu tiga jari melintang.

“Inikan skopnya bukan hanya tingkat nasional tapi sampai pada tingkat internalsional,” ucapnya.

Disentil terkait pemanggilan para pejabat yang menenjukan simbol tiga jari itu, pihaknya masih mendalami terkait masalah itu. Dan jika ada bukti baru yang menguatkan maka sejumlah pejabat tersebut langsung dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Tujuh hari waktunya, setelah itu jika ada bukti baru yang menguatkan mereka akan di panggil untuk diminta keterangan,” pungkasnya. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut