5 Desa di Bacan Timur Tanpa Tenaga Medis Selama 9 Bulan

  • Bagikan
Pos Pelayanan Kesehat Desa (Polindes), Desa Kaireu Kec. Bacan Timur (foto/istimewa)

LABUHA – Kurang lebih sembilan bulan pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tidak menempatkan bidan desa atau perawat di lima desa yang ada di Kecamatan Bacan Timur.

Akibat tidak ada tenaga medis di lima desa tersebut masyarakat yang sakit atau melakukan pemeriksaan kesehatan harus ke puskesmas yang terletak di Ibu Kota Kecamatan yakni Desa Babang atau Rumah Sakit Daerah (RSUD) Labuha dengan jarak yang cukup jauh.

Menurut keterangan kepala Desa Kaireu, M. Abubakar Malayu, lima desa yang tidak memiliki tenaga medis yaitu Desa Kaireu, Desa Nyonyifi, Desa Timlonga, Desa Goro-Goro dan Desa Sabatang.

“Kurang lebih sembilan bulan desa kaireu tanpa bidan desa. Bukan hanya desa kaireu tapi ada beberapa desa juga mengalami hal yang sama,” ungkap Kades Kaireu M. Abubakar Malayu kepada KabarMalut, Minggu (29/4/2018).

Sebelumnya  lima desa tersebut masing-masing memiliki dua orang tenaga medis yang terdiri dari satu orang bidan dan satu lainnya perawat. Hanya saja tenaga medis yang bertugas di  lima desa tersebut pada tahun 2017, tepatnya pada bulan Agustus 2017 semua bidan dan perawat itu ditarik semua masuk bertugas di puskesmas Babang, tanpa ada alasan yang jeles dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan.

Bukan hanya itu, kata pria yang biasa disapa Mul itu mengaku, pada awal tahun 2017 sebelum bidan dan perawat yang bertugas di Desa Kaireu ditarik masuk di puskesmas para tenaga medis itu tidak digaji oleh Pemerintah Kabupaten, sehingga sebagai kepala desa dirinya mengambil kebijakan membayar gaji kedua tenaga medis tersebut dengan memakai gajinya sebagai kepala desa. Besaran gaji yang dibayar kepada kedua tenaga medis itu sebesar Rp 1.250.000 per orang dalam satu bulan secara otomatis per bulan dirinya harus membayar Rp 2.500.000.

“Yang lalu saya  bayar gaji tenaga medis pakai uang dari gaji saya. Tapi sekarang saya sudah tidak bayar lagi karena saya juga ada keluarga yang harus dibiayai,” ujarnya.

Dirinya berharap dalam waktu dekat Dinas Kesehatan Halsel menempatkan tenaga medis di lima desa tersebut.

Menangapi masalah ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, Akhmad Radjak saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi dari pihak Puskesmas Babang terkait kekosongan tenaga medis di lima desa tersebut.

Selain itu, dirinya juga mengatakan penarikan sejumlah tenaga media itu karena kepentingan akreditasi Puskesmas beberapa waktu lalu. Namun dirinya berjanji segar turun langsung mengecek masalah itu.

“Besok saya turun langsung ke puskesmas mengecek,” pungkasnya. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut