Bangun Puskesmas, Pemkab Halsel Tidak Bayar Lahan Warga

  • Bagikan
Gedung Puskesmas Saketa yang dibangun di atas lahan warga namun belum dibayar

LABUHA – Pembangunan gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Desa Saketa Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan (Halsel) menuai masalah. Gedung Puskesmas milik Dinas Kesehatan Halsel itu, dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 senilai Rp 2.314.956.001 yang dikerjakan oleh CV Tiga Bersaudara dengan nomor kontrak 02/937/SPP/DAK/DINKES-HS/III/2018.

Ketua Devisi Investigasi, LSM Institusi Demokrasi Halsel, M Saifudin mengtakan, pembangunan Puskesmas Saketa sudah mencapai 50 persen, hanya saja kesepakatan ganti rugi lahan dan tanama milik masyarakat Desa Saketa hingga kini belum juga diselesaikan.

“Lahan kebun yang dibangaun gedung Puskesmas itu menjadi penunjang ekonomi warga pemilik lahan. Sebenarnya warga juga tidak mau tetapi karena dibangun adalah Puskesmas, makanya mereka pertimbangkan dengan ganti rugi yang disepakati,” ungkap M. Saifudin kepada KabarMalut, Rabu (2/5/2018).

Menurutnya, lahan warga yang belum dibayar itu milik tiga orang dengan ukuran lahan yang berbeda-berbeda, mulai dari Rp 50 juta, Rp 80 juta dan Rp 150 juta, atau totalnya senilai Rp 280 juta.

Kepala Dinas Kesehatan Halsel, Ahkmad Radjak dikonfirmasi terkait dengan lahan tersebut, mengaku baru mengetahui jika lahan itu belum diselesaikan dan akan berkordinasi dengan pihak DPPKAD Halsel.

Sementara Camat Gane Barat, Jamal Ishak ketika di konfirmasi melalui telepon seluler, mengatakn proses ganti rugi pembebasan lahan sudah ditanda tangani dari beberapa pihak dalam bentuk permohonan.  Namun lebih jelas, Camat mengarahkan berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas.

Kepala Puskesmas Saketa, Darmo dikonfirmasi lewat pesan whatsApp mangku pihak Asset Daerah sudah turun dan sudah aman. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut