DPRD Geram Proyek Pemprov Rugikan Pekerja

  • Bagikan
Anggota Komisi III DPRD Malut, Irfan Umasugi

SANANA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara (Malut) geram dengan proyek pekerjaan konstruksi bangunan pengamanan kawasan pemukiman (Talud penahan ombak) yang dibangun  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut di Desa Waisakai, Kepulauan Sula (Kepsul). Pasalnya proyek yang tak kunjung selesai itu telah merugikan  pekerja yang tak lain masyarakat desa setempat.

Anggota Komisi III DPRD Malut, Irfan Umasugi mengaku, proyek yang dikerjakan CV Ifthi Anugerah dengan anggaran APBD  2017 sangat merugikan warga. Sebagai putra Desa Waisakai, diri telah berupata mengubungi kontraktor yang mengerjakan proyek, tetapi tidak ada respon yang baik.

“Sebagai anggota DPRD sekaligus orang Sula, saya sudah mencoba menghubungi perusahan dalam hal ini kontraktor dengan menggandeng pengacara. Namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil karena saat dicari sesuai alamat, ternyata tidak jelas sehingga tidak ketemu,” kata Irfan kepada wartawan, Kamis (3/5/2018).

Irfan mengatakan, kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut tidak qualified sehingga pekerjaannya dihentikan.

“Untuk pekerjaan sengaja kami hentikan pada waktu itu karena perusahaan atau kontraktor dinilai tidak qualified,” jelasnya.

Dia menambahkan, upah pekerja dan biaya material yang tidak dibayar kontraktor merupakan kesengajaan yang telah memenuhi unsur penipuan yang harus dipidanakan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut