Soal Kontrakan Mahasiswa, Jaidi : Saya Sendiri Ketemu Sekda untuk Koordinasi

  • Bagikan
Barang-barang milik mahasiswa asal Haltim di Jakrta yang telah dikeluarkan dari kontrakan

MABA – Pengakuan Plt Bupati Halmahera Timur (Haltim),Ir Mudin Mabud soal keterlambatan pembayaran sewa kontrakan mahasiswa asal Haltim di Jakarta yang berakhir pengusiran, karena tidak adanya koordinasi mahasiswa dengan Pemda. Namun pengakuan tersebut dibantah Ketua Himpunan Pelajar Mahsisswa Indonesia (HIMPI) Haltim di Jakarta, Jaidi Abdul Hamit.

Menurut Jaidi, sebelumnya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkap) dalam hal ini Sekertaris Daerah (Sekda) Haltim, Moh Abdu Nasar.

“Saya sendiri yang ketemu Sekda untuk berkoordinasi terkait dengan persoalan tersebut,” kata Jaidi kepada KabarMalut via telepon, Jumat (4//5/2018).

Dirinya juga mengaku, saat koordinasi itu juga, dibicarakan agar Pemkab dapat membayar 3 tahun sekali, sebab jikaulau diharapkan hanya setiap tahun sekali baru dilakukan pembayaran, tentunya akan menyusahkan pihaknya.

“Kami mahasiswa ingin 3 tahun masa kontrak,  kalaupun cuman berharap bantuan pertahun itu sama saja menyusakan kami yang ada di Jakarta, karena jangkauanya jauh dan kepengurusan kami kemari itu dana yang kami habiskan sebesar Rp 7 juta pergi pulang itu suda mencangkup biaya operasional pengurus,” pungkasnya.

Sehingga itu, diharapkan Pemkab harus mengupayakan agar pembayaran masa kontrakan 3 tahun sekali untuk mahasiswa Haltim Jakarta. Selin itu, juga Pemkab harus membangun kantor perwakilan di Jakarta agar hal-hal menyangkut kebutuhan mahasiswa bisa disampaikan lewat kantor perwakilan.

“Dan untuk pembangunan asrama permanen, Pemkab harus utamakan tempat yang strategis bagi mahasiswa yang menempuh studi,” harapnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut