Pembangunan Bandara Dufo ‘Terkendala’ Ganti Rugi Lahan

  • Bagikan
Kepala Dinas Perhubungan Pulau Taliabu, Ibrahim Tidore

BOBONG  – Proyek pembangunan Bandara Dufo, Kabupaten Pulau Taliabu, kini masih  mengalami sedikit kendala dengan ganti rugi lahan milik warga. Dinas Perhubungan meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) dan Bagian Pemerintahan Setda Pulau Talibau, segera mempercepat penyelesaian ganti rugi lahan agar pembangunan bisa dipercepat.

Kepala Dinas Perhubungan Pulau Taliabu, Ibrahim Tidore mengaku, pekerjaan Len Cleaning (pembersihan) bandara Dufo yang sementara sedang berjalan, tidak mungkin diselesaikan 100 persen  jika pembayaran lahan tidak segera diselesaikan.

“Sekarang ini pihak rekanan  sedang melakukan pembersihan lahan Bandara Dufo, tapi tidak mungkin bisa selesai 10 persen,  kalau lahan warga belum dibayar. Kita tidak bisa membangun bandara di atas lahan milik warga dan juga dokumen yang kami serahkan ke Kementerian, tidak bisa diterima jika lahan bandara belum memiliki sertifikat karena nantinya akan bermasalah,” ungkap Ibrahim kepada KabarMalut di ruang kerjanya Rabu (9/5/2018).

Ibrahim berharap, Dinas PU-PR dan Bagian Pemeritahan segera mengurus pembayaran ganti rugi lahan warga Dufo, agar proses pekerjaan pembersihan lahan Bandara Dufo bisa terselesaikan di tahun ini sesuai dengan harapan Bupati Pulau Taliabu.

“Harapan saya yakni dua dinas yang saya sebut itu secepatnya mengurus pembayaran ganti rugi lahan warga Dufo,  biar pekerjaan pembersihan Bandara Dufo di tahun ini bisa diselesaikan,  agar sesuai dengan harapan pak Bupati,” harapnya. (Sam/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut