Lahan Kebun Masuk HPK, Sejumlah Warga Lede Tak Bisa Urus Sertifikat

  • Bagikan
Panen cengkeh

BOBONG – Pupus sudah harapan sejumlah warga Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu yang hendak membuatkan sertifikat lahan perkebunan mereka. Ribu pohon cengkeh yang dimiliki, rupanya tidak bisa dibuatkan serfifikatnya karena lahan perkebunan mereka masuk dalam wilayah Hutan Produksi Konversi (HPK).

Salah satu warga Desa Lede, Jamrudin mengaku, berkas pembuatan sertifikat lahan warga dikembalikan oleh  Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan alasan telah masuk ke wilayah HPK sesuai dengan peta yang dipegang pihak BPN.

“Berkas warga itu dikembalikan oleh pembuat sertifikat lahan  dari BPN dengan alasan bahwa lahan kebun masyarakat sudah masuk pada areal HPK, dan yang mengagetkan lagi yaitu  areal yang  masuk pada kawasan HPK sesuai yang  tergambar di peta dari BPN yang turun langsung ke Kecamatan Lede, mencakup hingga ke  wilayah Taliabu Barat Laut dan Taliabu Barat,” ungkap Jamrudin saat dikonfirmasi KabarMalut, Jumat (11/5/2018).

Ia mengatakan, sejauh warga belum memastikan apakah areal HPK sesungguhnya adalah areal IUP tambang atau bukan. Namun yang tertera pada peta yang ada yaitu wilayah HPK sesuai dengan keterangan yang ada pada peta termasuk Port Tolong yang sudah jelas adalah wilayah perusahaan.

Sementara itu Abi, salah satu  pihak BPN saat dikonfirmasi menuturkan, HPK yang tertera di keterangan peta bukan kawasan produksi perusahaan PT ADT,  melainkan kawasan Hutan Produksi yang ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan.

“Tidak ada lahan HPK perusahaan PT ADT, keterangan HPK itu adalah keterangan  peta kehutanan milik BPN, yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan. Yang tertera di peta itu bukan cuman HPK,  tapi juga ada HL, HPL, HUT juga kawasan Hutan Lindung,” kata abi

Lanjutnya 6 berkas yang dikembalikan BPN tidak berlaku permanen,  kedepan jika lahan HPK sudah dilepaskan oleh Kementerian Kehutanan, maka warga bisa mengajukan kembali berkas untuk  membuat sertifikat lahan perkebunannya. (Sam/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut