Ikut Kampanye AGK-YA, 3 Kades di Halsel Terancam 6 Bulan Penjara

  • Bagikan
Kepala Devisi Hukum dan Penindakan Panwalsu Halsel, Halid A Radjak

LABUHA – Tiga Kepala Desa (Kade) di Halmahera Selatan (Halsel) yang ikut terlibat aktif dalam kampanye akbar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Malut 2018, Abdul Ghani Kasuba-Al Yasin Ali (AGK-YA) beberapa waktu lalu, terancam dikenakan sanksi pidana berupa 6 bulan kurangan penjara dan denda paling banyak Rp 6 juta dan paling sedikit Rp 600 ribu.

Ketua Sentral Penegagk Hukum Terpadu (Gakkumdu) Halsel, Halid A. Radjak mengatakan sejumlah Kepala Desa tersebut terlibat aktif dalam kampanye akbar Paslon AGK-YA. Dua Kades ikut meriakan dan mengenakan simbol-simbol pasangan calon gubernur AGK-YA pada saat menghadiri kampanye tersebut.

“ Kedua Kades tersebut yakni Kepala Desa Indong, Juma Tuahunus, mengenakan kaos AGK-YA, Kades Liaro, Najarlis Hi. Mansur menyuarakan simbol 3 jari tanda dukungan kepada AGK-YA, sedangkan Kades Taba Jaya, Gatot mengenakan kaso AGK-YA pada saat perayaan Isra Mir’aj beberapa waktu lalu. Mereka diperiksa pada hari kamis pekan kemarin,” ungkap Halid saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (14/5/2018).

Halid mengaku, para Kades ini dijerat dengan pasal 71 UU nomor 10 tahun 2016 junto pasal 188 UU nomor 8  tahun 2015 tentang Pilkada dengan ancaman hukuman paling lama 6 bulan kurangan dan paling sedikik 1 bulan, atau denda sebesar Rp 6 juta atau paling sedikit 600 ribu. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut