Polda Malut Lidik Sejumlah Akun Medsos Pasca Bom di Surabaya

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendry Badar

TERNATE – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) mulai memantau dan menyelidiki sejumlah akun di media sosial (Medsos) yang mengunggah status maupun berkomentar yang berbau Suku, Agama, Ras dan antar Golongan (SARA) pasca aksi bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendry Badar mengaku, bom bunuh diri di Jawa Timur merupakan murni terorisme, sehingga netizen tidak harus menyikapi dengan mengunggah status yang mengarah ke SARA dan memecah belakan keutuhan NKRI.

“Kita pantau terus hal-hal yang berbau SARA untuk memprovokasi dan punya tujuan tertentu, kita akan proses itu. Ini sudah menjadi pantauan dan tercatat di kita bagian pekerjaan Cyber Crime maupun maupun Cyber Turn untuk kita tindaklanjuti,” kata Hendry kepada KabarMalut, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya, keluhan masyarakat terkait sejumlah akun Medsos yang memprovokasi dan mengunggah status SARA, telah menjadi pehatian kepolisian.

“Pantauan kita hal-hal yang sifatnya provokatif terhadap satu golongan, agama lain sifatnya individu menyerang institusi tetap menjadi perhatian kita,” tegasnya.

Hendry mengimbau kepada pengguna Medsos untuk betul-betul bijak menggunakan Medsos, mendinginkan situasi, baik politik maupun yang akhir-akhir ini terjadi (bom). Jangan menyinggung hal-hal yang berbau SARA yang tentunya memicu dan berakibat  fatal.

“Kita berharap semua bisa patuhi, mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif dan harmoni, kalau memang sudah tidak bisa kita bina lagi, kita akan proses sesuai peraturan dan UU yang berlaku terutama UU ITE,” teranya.

Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan berani menghadapi situasi terorisme dan radikalisme saling sama-sama bahu membahu perangi dan melawannya tindakan terorisme dan radikalisme di Maluku Utara maupun Indonesia. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut