Pegawai Honorer Diandalkan Tangani Program, ASN Diabaikan

  • Bagikan
Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Halbar, Rober Fadli

JAILOLO – Kucuran anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi, Reguler dan Penugasan tahun 2018 senilai Rp 35.989.000.000, yang melekat pada Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), dihendel langsung oleh para pegawai honorer. Akibatnya, staf PUPR yang berstatus Aparaturs Sipil Negara (ASN) terabaikan tanpa dilibatkan.

“Memang betul, program yang ada hanya ditangani Kabid dengan mengandalkan salah seorang pegawai honorer, sementra staf PNS yang ada tidak diiukutsertakan menangani program tersebut,” ungkap staf Bidang Cipta Karya yang enggan namanya disebutkan kepada KabarMalut, Rabu (16/5/2018).

Lanjut dia, bila ini ditangani langsung oleh pegawai honorer, dan ketika pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), apakah mungkin honorer bersangkutan bisa menyampaikan keterangan.

Menurutnya, Kabid tidak harus menggunakan cara tersebut, tetapi perlu semua dilibatkan agar program yang bersumber dari DAK dapat berjalan dengan baik.

“Kabid harus rangkul semuanya, bukan mengabaikan begitu saja,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Halbar, Rober Fadli saat dikonfirmasi via hanphone mengatakan, mengaku masih berada di luar daerah dan berjanji bakal menjelasakan persoalan ini secara langsung ke wartawan.

“Sementara saya masih di Ternate, sabantar balik ke Jailolo baru ketemu, untuk saya jelaskan,” singkat.

Untuk sekedar diketahui, kucuran DAK tahun 2018 senilai Rp 35.989.000.000, untuk Afirmasi yang diperuntukan untuk Air Minum sebesar Rp 7 miliar lebih, Sanitasi sebesar Rp 16 miliar lebih. Sementara Reguler  khusus Air Minum sebesar Rp 1 miliar lebih dan Sanitasi sebesar Rp 2 miliar lebih, untuk penugasan hanya Sanitasi sebesar Rp 8 miliar lebih. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut