Bappor Desak Dinas Nakertrans Identifikasi Pekerja di Obi

  • Bagikan
Koordinator Bappor Obi, Muhammad Risman

LABUHA – Keberdaraan seorang mantan narapidana kasus Bom Bal 2, Muhajir di Maluku Utara (Malut) yang hendak bekerja di salah satu perusahan pertambangan di Obi, Halmahera Selatan (Halsel) menjadi perhatian publik.

Koordinator Barisan Pemuda Pelopor (Bappor) Obi, Muhammad Risman mengaku, sebagai bentuk kewapadaan sudah seharusnya Pemerintah Daerah Halsel dan Pemprov Maluku Utara melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertras) bekerja ekstra, sebagai instansi teknis daerah dalam mendata atau indetifikasi setiap pekerja yang akan menjadi Tenaga Kerja, khususnya di perusahan Pertambangan di Obi.

“Kami meminta Nakertrans agar segera berkoordinasi dengan pihak berwajib atau pihak terkait lainnya untuk segera mengevaluasi atau indetifikasi semua pekerja di wilayah perusahaan pertambangan Obi,” kata Risman kepda KabarMalut, Jumat (18/5/2018).

Dikatakannya, lolosnya mantan narapidana teroris ke Halsel untuk bekerja di Obi telah menjadi peringatan kepada Pemda Halsel dan Pemprov Maluku Utara agar serius. Apa lagi salah satu perusahan di Obi merekrut banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tidak diketahui latar belakannya.

“Kita tidak ketahui apa yang dilakukan semua latarbelakang para pekerja selain pihak teknis di daerah melakukan pengindetifikasian. Ini merupakan bentuk kewaspadaan terhadap kondisi keamanan masyarakat atau Kamtibmas di wilayah Obi,” terangnya.

Menurutnya, persoalan dipulangkan atau tidak Muhajir ke daerah asalnya merupakan urusan pihak yang berwajib. Sebagai masyarakat Obi, mengharapkan ada tindaklanjut dari pihak berwajib dalam hal ini kepolisian agar ekstra bekerja melakukan pencegahan dini terhadap tenaga kerja di Obi.

“Kami patut berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah bertindak cepat dalam melakukan pencegahan terhadap mantan Napi teroris yang hendak bekerja disalah satu perusahan pertambangan di Obi, Halmahera selatan,” cetusnya.

Bappor berhadap Dinas Nakertrans Maluku Utara dan Halsel agar pada bulan ramadhan ini sudah membentuk tim, agar setelah ramadhan paling lambat dapat bekerja dengan turun di Pulau Obi, Halmahera selatan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut