10 Ton BBM Hilang, Komisi II Hearing dengan Disperindagkop

  • Bagikan
Hearing antara Komisi II DPRD dan Disperindagkom Pulau Morotai

DARUBA – Komisi II DPRD Pulau Morotai melakukan hearing dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) atas hilangnya 10 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi milik Pulau Morotai saat dilakukan pemuatan dari Tansportir dari Tobelo Halmahera Utara (Halut) ke Pulau Morotai.

Anggota Komisi II DPRD Pulau Morotai, Deni Garuda mengatakan, Kepala Disperindagkop Suriyati Suaib harus bertanggung jawab karena lalai melakukan pengawasan sehingga BBM sebanyak 10 ton hilang tanpa diketahui kebedaraannya.

“Kadis Perindagkop untuk lebih tegas dalam hal ini mengawasi semua kenerja baik di SPBU maupun di transportir laut sampai pada SPBU. Jika ada kesalahan semestinya Kadis memberikan sanksi keras,” kata  Deni dalam hearing di DPRD Pulau Morotai, Rabu (23/5/2018).

Deni mengaku, suharusnya Disperindagkop lebih jelih mengatur penyaluran BBM di Pulau Morotai, kuota BBM 130 ton per bulan sudah memenuhi kebutuhan masyarakat. Tetapi minimnya pengawasan mengakibatkan sering terjadi kelangkaan BBM.

DPRD bakal turut mengawasi penyaluran BBM bersubsidi ini agar tidak terjadi penyelanggunaan yang pada akhirnya berdampak pada kebutuhan masyarakat.

“Kami akan melakukan kroscek ketika minyak diangkut transportir dari Tobelo ke Morotai sehingga tidak lagi terjadi kesalahan. Kami akan mengawal sampai ke SPBU dan sebelum disalurkan kami akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu,” pungkasnya. (Aji/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut