PT Tekindo Abaikan Instruksi Bupati Halteng

  • Bagikan
Perusahan yang menutup jalan warga

WEDA – Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Edi Langkara di Kecematan Weda Tengah pada Selasa 22 Mei lalu, meminta kepada pihak perusahan tambang PT Tekindo agar askes jalan warga yang menuju kebun yang sempat ditutup beberapa bulan yang lalu oleh pihak perusahan segera dibuka kembali.

Bupati juga menginstruksikan agar jalan poros dari Desa Lukolamo menuju ke Desa Trans Kobe segera dilakukan penimbunan dengan material tanah, karena jalan tersebut berlumpur dan selalu digenangi air pada saat musim hujan datang.

Instruksi yang disampaikan oleh Bupati Edi dalam Kunker tersebut dilaksanakan pada saat bupati berada di Weda Tengah, akan tetapi pada saat bupati kembali dari Kunker, tidak ditindak lanjuti.

“Jalan yang telah dibuka telah ditutup kembali oleh pihak perusahan pada Rabu sore, berarti jalan dibuka pada saat bupati suruh, begitu bupati kembali ke Weda mereka tutup,” kata salah satu warga, Woejerana La Rahman kepada KabarMalut, Minggu (27/5/2018).

Asep Sopir Lintas mengatakan  jalan poros di Desa Lukolamo yang menuju Trans Kobe yang berlumpur, pada saat bupati datang perusahan telah menimbunya dengan material tanah sebanyak dua dam truk. Tetapi saat bupati kembali sudah tidak ada lagi penimbunan yang dilakukan.

Karena bupati mengatakan kepada warga ke tiga desa tersebut, bahwa perusahan akan menimbun dengan tanah, sebelum lebaran nanti, kenyataan di lapangan tidak ada pekerjaan penimbunan.

“Jadi mereka (perusahan) cuma dengar sesaat. Kami sebagai warga ke tiga desa mengharapkan agar penutupan askes jalan menuju kebun segera dibuka kembali, masyarakat yang berada ke tiga desa mempunyai mata pencarian berkebun,” ujarnya.

Jalan poros yang menuju ke tiga desa ditimbunan dengan material tanah, agar para masyarakat yang dari luar trans kobe dapat bersilahturahmi tidak terhambat dengan jalan yang berlumpur apalagi sudah mendekati lebaran.

Pantau KabarMalut di lokasi penutupan askes jalan ke kebun terlihat sempat dibuka, dan kembali lagi ditutup dengan tumpukan tanah, begitu juga dengan jalan poros menuju ketiga desa yang ditimbun dengan material tanah tapi hanya beberapa meter.(Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut