Disnakertans Morotai Dorong Peningkatan Produk Lokal Sagu Lempeng Ikan

  • Bagikan
Kepala Dinas Nekertrans Pulau Morotai, Ahdad Hi Hasan, turut serta mendampingi dan mempraktekan cara kerja pembuatan sagu lempeng

DARUBA – Demi meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja serta pemberdayaan masyarakat di desa, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Pulau Morotai menggelar pelatihan usaha sagu lempeng ikan bagi masyarakat Desa Dehegila Kecamatan Morotai Selatan.

“Pelatihan ini diikuti sebanyak 20 orang yang terbagi dalam empat kelompok,  dengan menggunakan mesin modern bantuan pemerintah,” kata Kepala Dinas Nekertrans Pulau Morotai, Ahdad Hi Hasan yang turut serta mendampingi dan mempraktekan cara kerja pembuatan sagu lempeng, Kamis (7/6/2019).

Ahdad mengungkapkan, kegiatan dimaksud bertujuan untuk mengembangkan potensi warga desa, dengan maksud agar akan ada penambahan penghasilan bagi masyarakat, bentuk dukungan bantuan dari Kementrian Tenaga Kerja dengan memberikan bantuan mesin modern kepada masyarakat.

“Pelatihan ini dititik beratkan pada manajemen pengelolah usaha, sehingga usaha masyarakat bisa berjalan secara terus menerus dan berkembang, sehingga dapat menjadi salah satu usaha yang bisa menghasilkan atau menopang hidup masyarakat,” ungkapnya.

Lanjut Ahdad, yang menarik dari produk sagu yang dibuat ini yaitu sagu yang dibuat adalah sagu lempeng berbahan dasar ikan. Bagi Ahdad, janis sagu seperti ini tentunya belum banyak ditemukan dipasaran.

“Produk ini merupakan produk yang baru pertama di buat untuk di pasarkan. Jadi bagi masyarakat yang berminat sagu ikan silahkan menghubungi kelompok usaha sagu Desa Dehegila,” jelasnya. (Aji)

  • Bagikan

Respon (1)

  1. Tabea.. Mungkin ini adlah Sebuah pencapaian yg luar biasa dlam pemanfaatan sumber daya alam (bahan pangan) dan manusianya (pemberdayaan), Sangat inovatif dan kreatif dalam pengembangan bahan dasar komoditi pertanian menjadi salah satu produk lokal.

    Kalau bisa program pemberdayaan ini berkelanjutan dan jangan hanya di satu desa saja, krna desa lain jga perlu untuk di bina dan di berikan perhatian yang sama oleh pemda.

    Sedikit masukan, jika menciptakan produk yg kreatif sperti ini terlebih dahulu melakukan pengujian organoleptik mengenai produk yg di ciptakan, agar supaya ketika sudah sampai di pasaran produk yang d ciptakan ini dapat bersaing dengan produk sagu yg d fermentasi dari berbagai macam olahannya. Dan perlu untuk melakukan pengujian umur simpan produk tersebut agar supaya ketahanan produk atau lama mutu produk dapat diketahui. Jangan sampai proses pengolahan yang sudah baik tapi karena pasar yg tidak stabil dapat mempengaruhi mutu produk karena produk tersebut bisa menumbuhkan mikroorganisme jika terlalu lama di simpan tanpa melakukan ketahanan atau lama umur simpannya.
    Mungkin demikian, semoga kedepannya lebih inovatif dan kreatif. Sekali lagi sya berikan apresiasi terhadap Pemda, terutama bapak ahdad hi.hasan selaku kadis nakertrans yang telah melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat dlam melakukan pengolahan atau pemanfaatan bahan pangan pertanian menjadi produk lokal. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut