Dinas Pertanian Jual Sayur Murah, PKL Mengamuk di Kediaman Bupati

  • Bagikan
Para PKL Pasar Basanohi Sanana yang mengamuk di depan kediapan Bupati Hendrata Thes

SANANA – Pedagang Kaki Lima (PKL) pada Pasar Basanohi Sanana, Kepulauan Sula (Kepsul) mendatangi kediaman Bupati Hendrata Thes di Desa Fagudu mengeluhkan sikap Dinas Pertanian yang mengelar pasar murah dengan menjual sayur mayur. PKL menilai tindakan Dinas Pertanian mempengaruhi penjualan sayur mayur di Pasar Basanohi.

Salah satu PKL Basanohi Aufat mengatakan, meski tujuan pasar murah Pemda untuk menciptakan harga jual yang murah bagi pembeli, tapi disisi  lain malah membunuh usah PKL yang bertahun-tahun berjualan. Di depan kediaman Bupati, PKL menyampaikan bahwa sebenarnya pasar murah khusus untuk menjual sayur harus disesuaikan dengan kondisi pedagang di Kepsul.

“Dinas Pertanian harus bisa menggenjot usaha pertanian yang mampu mengendalikan Inflasi  itu sendiri di pasar Kepsul dengan menghasilkan komoditi dimaksud agar pedagang sayur yang ada di Pasar Basanohi tidak mengambil barang bahkan bergantung dengan pasar luar seperti Manado dan lain-lain,” kata Aufat, Rabu (13/6/2018).

Menurutnya, para PKL selam ini mendapat suplai sayur mayor dari luar daerah tanpa ada upaya Dinas Pertanian membantu meringankan kebutuhan masyarakat. Sehingg harga sayur mayor tergolong mahal, tetapi jelang Idul Fitri Dinas Pertanian malah menggelar Pasar Murah dengan menjual sayur mayor yang pada adikhirnya mempengaruhi penjualan di pasar.

“Kenapa harus seperti ini kinerja Dinas pertanian, harusnya Dinas Pertanian kreatif dengan menggenjot komuditi pertanian dalam hal ini sayur mayur, dan disuplai ke Kami dengan harga terjangkau untuk dijual di pasar, agar kami Pedagang juga tidak sulit memperoleh sayur dan hargapun terjangkau oleh pembeli. Bukan malah tiba saat tiba akal buka Pasar Murah tanpa menganalisa kondisi pasar itu sendiri, sementara kami terlanjur beli sayur dari luar daerah dengan harga mahal dan harus terima nasib saat berhadapan dengan pasar murah Pemda,” kesalnya.

Para PKL yang sempat berteriak di depan kediaman Bupati, namun akhirnya dibubarkan paksa oleh penjaga dan sekelompok orang dekat Bupati yang mulai berdatangan ketika PKL menyampaikan aspirasi. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut