ADD Tak Kunjung Cair, Direktur BSM Dinilai Bohongi Ratusan Kades

  • Whatsapp
Para Kepala Desa yang menununggu kepastian pencarian ADD. di depan Bank Syariah Mandiri KCP Bacan. Senin (25/07) pukul 18:15 WIT. (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Ratusan Kepala Desa dari 249 kepala desa yang ada di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) merasa kecewa, pasalnya anggaran dana desa (ADD) selama dua bulan tak kunjug dicairkan oleh pihak Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang pembantu Bacan.

Menurut salah satu kepala desa yakni Mahmud Abubakar Malayu yang juga Kades Kaireu Kecamatan Bacan Timur saat ditemui di halaman BSM mengatakan, Direktur BSM Hery Cahyana telah melakukan pembohongan terhadap kepala-kepala Desa karena ADD yang menjadi hak kepala desa belum dicairkan tanpa alasan yang jelas.

“Apa yang menjadi kendala sehingga sampai saat ini hak kami tidak dicairkan. Kasiang yang ada di kecamatan Makian-Kayoa, pulau Obi dan Gane Timur yang jauh-jauh datang ke Labuha tapi tidak ada kepastian.” tutur Mahmud Abubakar, kepada KabarMalut, Senin (25/06/2018).

Padahal kata Mahmud Abubakar, Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)  sudah dikeluarkan oleh pihak Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPKAD) sejak hari Kamis tanggal (22/7) tapi sampai pada hari hari ini pihak BSM tidak mengeluarkan surat perintah membayar (SPM) ke Bank BRI.

“Dari BSM katanya sudah kirim sampel SPM desa laluin tapi begitu kami cek ke BRI tidak ada bahkan nominal dari uang yang diatas kertas itu tidak ada juga” ucap Mahmud Abubakar dengan nada kesal.

Akibat dari tidak dicairkannya ADD selama dua bulan sejumlah Kepala Desa mengaku seperti pengemis. Tak hanya itu para kepala desa itu juga mengaku sudah kehabisan uang untuk memenuhi biaya makan minum dan membayar penginapan selama berada di Labuha.

“Kalu tidak cair kami sudah tidak bisa makan apalagi bayar penginapan” ungkap Kepala Desa Bisui Sudirman Muhammad.

Sampai berita ini ditayangkan, Direktur BSM, Hery Cahyana belum bisa dikonfirmasi.(Ajo).

Pos terkait