Kades Koititi Diduga Jual Bantuan Beras Sejahtera

  • Whatsapp
Sejumlah berasa yang diduga dijual Kades Koititi, Muslim Marassabesy di salah satu kios (warung) di Desa Koititi Kecamatan Gane Barat

LABUAH – Kepala Desa Koititi Kecamatan Gane Barat, Muslim Marassabesy diduga menjual beras sejahtera (Rastra) sebanyak 3,4 ton ke penadah dari bantuan beras yang diterima sebanyak 7 ton.

Menurut keterangan dari salah satu Pemuda Desa Koititi yang namanya enggan dipublikasikan mengatakan, bantuan Rastra untuk Desa Koitit sebanyak 7 ton kemudian beras tersebut dibagikan kepada masyarakat hanya 3,6 ton. Sisa Rastra sebanyak 3,4 ton ditampung di kantor desa.

“Kepala desa dan staf staf desa menjual beras itu di kios-kios dan kepada masyarakt dengan harga Rp 100 ribu per 3 karung . Sisanya Kepala Desa ambil dan bagi kepada staf staf desanya,” ungka pemuda tersebut kepada KabarMalut, Selasa (26/6/2018).

Akibat ulah dari Kades Muslim Marassabesy menjual beras bantuan tersebut, sebagian masyarakat Desa Koititi mengeluh tidak mendapatkan bantuan Rastra yang menjadi hak masyarakat.

“Masyarakat ada yang mengeluh tidak mendapatkan beras bantuan karena Kades sudah jual sisa beras itu,” ucapnya.

Terpisah Kepala Desa Muslim Marassabesy saat dihubungi ke nomor pribadinya 08214672xxxx sedang berada diluar jangkauan.

Padahal sebelumnya dalam acara launcing bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) yang digelar oleh Tim Koordinasi Bansos Rastra dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) di pelabuhan Babang Kecamatan Bacan Timur pada bulan April lalu, Bupati Halsel Bahrain Kasuba dengan tegas mengatakan Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastar) jangan diperjual belikan, kata Bahrain apabila kedapatan maka dirinya turun langsung menindak tegas okum-oknum yang menjula beras tersebut.

Bahrain juga menambahkan tidak ada anggaran atau biaya yang dikeluarakan oleh masyarakat karena semua bantuan Rastra  yang diberikan secara gratis semuanya merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi dan kabupaten. (Ajo)

Pos terkait