Coblos Dua Kali, Satu Warga Kepsul Terancam Pidana

  • Bagikan
Kordiv Hukum dan Penindakan Panwaslu Kepsul, Hamja Umasugi

SANANA – Salah satu warga Desa Wailau Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), harus berurusan dengan pihak penegak hukum. Warga yang bernama Rakib Sapsuha diduga memberikan hak suara lebih dari satu kali.

Kordiv Hukum dan Penindakan Panwaslu Kepsul, Hamja Umasugi mengatakan, tindakan mencoblos dua kali itu benar dilakukan oleh salah satu warga Desa Wailau dan berkonsekuensi hukum.

“Informasi terkait penggunaan hak pilih lebih dari sekali oleh salah satu warga Desa Wailau itu benar, dan itu mengandung unsur pidana karena melanggar ketentuan pada pasal 178 d, dan kami Kordiv Hukum dan Penindakan akan tindaklanjuti,” kata Hamja saat dikonfirmasi kepada KabarMalut, Rabu  (27/6/2018).

Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) telah membahas persoalan tersebut untuk menindaklanjuti ke proses hukum selanjutnya.

Ketua KPPS Sarnatia Sapsuha menjelaskan Rakib Sapsuha memberikan hak suara (Mencoblos) pertama kali pada TPS 03 Desa Wailau dengan menggunakan formulir AA1 KWK yang dikumpul di meja panitia. Setelah mencoblos ia langsung menuju TPS 02 untuk mencoblos lagi dengan membawa formulir C6 (undangan) karena Rakib sendiri adalah pemilih yang terdata pada TPS 02.

“Hal ini terjadi juga disebabkan kelalaian kami di KPPS, soalnya saat Rakib menyerahkan formulir AA1 KWK teman-teman di KPPS, mereka kira yang dikumpulkan itu adalah formulir C6 atau undangan, setelah menyerahkan formulir tersebut langsung menuju untuk mengambil surat suara lalu menuju bilik suara dan mencoblos. Setelah mencoblos langsung keluar dari TPS, kemungkinan Rakib juga tidak membasahi jarinya dengan tinta dan langsung menuju TPS 02,” ungkap Sarnatia.

Sementara Dino Sapsuha salah satu pemilih di TPS 02 juga mengatakan bahwa Rakib yang menuju di TPS 02 itu terlihat tidak membasahi jarinya dengan tinta sebagai tanda telah memilih. Karena kedatangannya disertai dengan formulir C6 maka langsung dipersilahkan untuk menyalurkan hak pilihnya, setelah Rakib selesai mencoblos barulah petugas KPPS TPS 03 datangi TPS 02 untuk menyampaikan bahwa Rakib sudah mencoblos di TPS 03.

“Kami juga minta agar pelaku dapat diamankan demi kelancaran dalam menindaklanjuti, jangan sampai ada yang mulai mempengaruhi pelaku pada hal-hal lain yang mempersulit jalannya penindakan kasus ini,” singkat Dino. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut