Panwaslu Pastikan Tidak Ada PSU di Kepsul

  • Bagikan
Ketua Panwaslu Kepsul, Iwan Duwila

SANANA – Meski ada temuan sejumlah pelanggaran saat proses pencoblosan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara (Malut) di Desa Wailau Kecamatan Sanana dan Desa Malbufa Kecamatan Sanana Utara pada 27 Juni 2018 lalu. Panwaslu Kepulauan Sula (Kepsul) memastikan tidak akan ada pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kepsul.

Ketua Panwaslu Kepsul, Iwan Duwila mengatakan beberapa temuan di lapangan sudah ditindak lanjut, namun tidak memenuhi unsur untuk dilakukan PSU.

“Kasus coblos lebih dari satu kali yang dilakukan oleh salah satu masyarakat di Desa Wailau dan salah satu warga yang tidak terdaftar dan memberikan hak suara di Desa Malbufa, kini tidak bisa menjadi alasan untuk PSU. Karena pelanggaran tersebut tidak  memenuhi syarat, yaitu harus lebih dari satu,” kata Iwan kepada KabarMalut, Senin (2/7/2018).

Menurutnya, berdasarkan Undang Undang nomor 1 tahun 2015 pasal 112 ayat (2) poin d dan e, PSU dilakukan jika lebih dari seorang pemilih menggunakan hak pilih lebih dari satu kali pada TPS yang sama atau TPS yang berbeda. Serta poin e menjelaskan lebih dari seorang pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih mendapat kesempatan memberikan suara pada TPS.

“Jadi dalam amanah UU PSU bisa dilakukan jika perkara yang sama itu lebih dari satu. Namun karena hanya satu perkara maka tidak mungkin PSU, itu kata undang undang,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut