Saksi Tiga Paslon Tolak Hasil Pleno KPU Kepsul

  • Bagikan
Saksi Paslon nomor urut 2, 3 dan 4 yang menolak hasil Pleno KPU Kepsul

SANANA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Sula (Kepsul) telah memplenokan hasil perolehan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Malut tahun 2018. Pasangan Calon (Paslon) Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-RIVAI) menjadi peraih suara terbanyak di Kepsul, namun hasil pleno KPU ditolak oleh tiga saksi Paslon lain.

Saksi Paslon Burhan Abdurrahman-Ishak Jamaludin (BUR-JADI), Damrin Panigfat dan Iji Asrul Tabona , Irfan Ipa dan Ramdani Duwila saksi Paslon Abdul Ghani Kasuba-M Al Yasin Ali (AGK-YA)   dan Saksi Paslon Muhamad Kasuba-Abdul Madjid Husen (MK-MAJU) Iqbal Marasabessy dan Asis menolak perolehan suara AHM-RIVAI yang ditetapkan KPU Kepsul sebanyak 22.896 suara dari 12 kecamatan di Kepsul ,  dengan tidak menandatangani Berita acara Pleno KPU.

Saksi BUR-JADI menolak hasil rekapan untuk 10 kecamatan yaitu Kecamatan Sulabesi Tengah, Kecamatan Sanana, Kecamatan Sanana Utara, Kecamatan Sulabesi Barat, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kecamatan Mangoli Timur, Kecamatan Mangoli Tengah, Kecamatan Mangoli Selatan, Kecamatan Mangoli Barat dan Kecamatan Mangoli Utara dan hanya menerima dan mengakui hasil di dua kecamatan yakni Kecamatan Sulabesi Timur serta Sulabesi Selatan. Sementara AGK-YA dan MK-MAJU menolak semua hasil pleno Kabupaten untuk 12 Kecamatan.

Saksi Tiga Paslon ini mengaku, penolakan hasil Pleno ini dilakukan karena menurut mereka terjadi perubahan angka-angka yang signifikan.

“Kami dari saksi tiga Paslon yaitu Paslon nomor 2, 3 dan 4 menolak hasil Pleno KPU Kepsul karena sesuai data yang ada pada kami, dari pleno KPU ini terjadi perubahan angka-angka yang cukup signifikan, dan bagi kami hasil Pleno KPU Kepsul ini cacat hokum,” kata Damrin Panigfat kepada wartawan, Rabu (4/7/2018).

Damrin juga mengatakan bahwa kesalahan yang terjadi di penyelenggara tingkat bawah ini diduga disengajai untuk kepentingan kemenangan paslon tertentu.

“Keselahan yang hampir terjadi di semua kecamatan ini sangat mencurigakan, karena alasan salah tulis dan salah isi itu sangat tidak masuk akal. Jadi diduga ada konspirasi penyelenggara inginkan untuk memenangkan Paslon lain,” singkatnya.

Perlu ditehui, perolehan suara di Kepsul masing-masing AHM-RIVAI  22.896 suara BUR-JADI meraih 14.874, AGK-YA meraih 3.148 suara dan MK-MAJU 2.873 suara. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut