Selisih 1,42 Persen, AGK-YA Pastikan Gugat Hasil Pilgub Malut

  • Bagikan
Mantan Ketua Tim Hukum AGK-YA, Fahruddin Maloko

TERNATE – Pasca pengesahan dan penetapan hasil perolehan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Malut 2018 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Malut. Pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3 Abdul Ghani Kasuba-M Al Yasin Ali (AGK-YA) memastikan bakal mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHPKada) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dari 4 Paslon yang bertarung, KPU Malut menetapkan dan mengesahkan perolehan suara masing-masing Paslon, Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-RIVAI) 176.993 suara (31,91 %), Burhan Abdurrahman-Ishak Jamaludin (BUR-JADI) 143.416 suara (25,85 %), Abdul Ghani Kasuba-M Al Yasin Ali (AGK-YA) 169.123 suara (30,49 %) dan Muhamad Kasuba-Abdul Madjid Husen (MK-MAJU) 65.202 suara (11,75 %), total suara sah 554.734.

Ketua Tim Hukum AGK-YA, Fahruddin Maloko mengatakan, berdasarkan Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) nomor 5 tahun 2017 tentang Pedoman Beraca Dalam Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota sebagaimana telah dirubah berdasarkan PMK pada pasal 7 ayat (1) huruf a menyatakan, kabupaten kota dengan jumlah penduduk sampai dengan 2 juta jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak sebesar 2 persen dari total suara sah hasil perhitungan suara tahap akhir yang di tetapkan oleh termohon. Dengan demikian, AGK-YA berpeluang mengajukan gugatan ke MK, karena selisih suara AHM-RIVAI dan AGK-YA hanya 7.870 (1,42 %).

“Berdasarkan hasil perhitungan sebagaimana dimaksud dalam PMK nomor 5 tahun 2017 sebagaimana telah dirubah dengan PMK nomor 8 tahun 2017, maka kami Tim Hukum Melakukan perhitungan selisih suara antara Paslon AHM-RIVAI 176.993 (31,91%) dan AGK-YA 169.123 (30,49%), dari perolehan hasil suara keseluruan sebanyak 554.734 suara, maka selisih presentasi yang diperoleh antara AHM dan AGK ialah 1,42 persen,”  kata Fahruddin kepada KabarMalut, Sabtu (7/7/2018) malam.

Dengan demikian, lanjut Fahruddin, kedudukan hukum AGK-YA telah sah untuk mengajukan ke MK sebagaimana diatur dalam PMK nomor 5 tahun 2017, telah diubah dengan PMK nomor 8 tahun 2017. Selain itu pula, AGK-YA bakal melaporkan sejumlah masalah dugaan pelanggaran di tingkat TPS di Kabupaten Kepulauan Sula serta beberapa laporan di kabupaten lainnya.

“Kami kumpulkan akan diajukan sebagai dalil dalam permohonan perselisihan suara di Mahkamah Konstitusi,” pungkasnya.

Perlu diketahui, PMK nomor 5 tahun 2017 tentang perubahan PMK nomor 1 tahun 2016 tentang Pedoman Beracara Dalam Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati Dan Walikota. pasal 7 ayat (1) huruf c menjelaskan, provinsi dengan jumlah penduduk sampai 2 juta jiwa, pengajuan perselisihan dilakukan  jika terdapat perbedaan paling banyak sebesar 2 persen dari total suara sah hasil perhitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh termohon.

Perhitungan presentasi selisih suara perolehan suara dalam pemilihan gubernur, bupati dan walikota. Provinsi Malut memiliki jumlah jiwa 2 juta,  masuk kategori 2 persen, perolehan suara masing-masing Paslon yakni :

Paslon AHM-RIVAI          : 176.993

Paslon BUR-JADI              : 143.416

Paslon AGAK-YA               : 169.123

Paslon MK-MAJU             :   65.202

Total Suara Sah                 : 554.734

Cara perhitungan : 2 persen x total suara sah (554.734) hasilnya = 11.094 suara, selisih suara Paslon AHM-RIVAI dan AGK-YA  7.870 suara. Maka kesimpulanya AGK-YA dapat mengajukan gugatan permohonan ke MK karena selisih suara AGK (Pemohon) dengan Paslon peraih suara terbanyak (AHM-RIVAI) sebesar 7.870.

Sementara selisih suara AHM-RIVA dan BUR-JADI (176.993-143.416) sebanyak 24. 557, sedangkan selisih suara AHM-RIVAI dan MK-MAJU (176.993-65.202) sebanyak 111.791 suara. Sehingga Paslon BUR-JADI dan MK-MAJU tidak dapat mengajukan permohonan ke MK karena selisih suaranya lebih dari 11.094 suara. (rdx)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut