Basri Bantah Dituding Rekayasa Kasus Money Politic

  • Bagikan
Koordinator Devisi Hukum dan Penindakan Panwaslu Haltim, Basri Suaib

MABA –  Kordiv Hukum dan Penindakan Panwaslu Halmahera Timur (Haltim), Basri Suaib membantah ditudingan salah satu tim pemenag pada Pilgub Malut  Rifai Abdul Latif terkait dugaan rekayasa tehadap dugaan money politik.

Basri mengatakan tudingan Rifai Abdul Latif sangat tidak berdasar, karena dugaan money politic yang dilakukan oleh Anhar Abdul Latif  yang merupakan ayah dari Rifai itu, tidak ada rekasaya Panwaslu. Dugaan temuan money politic tersebut diterima olehnya dari Petugas Pengawas Lapangan (PPL) Desa Dorolamo Kecamatan Maba Tengah.

“Karena kami juga menerima laporan itu dari PPL dan Linmas, bahwa ada mobil tim yang masuk ke desa pukl 01.00 malam,  menuju rumah ibu Magdalena Doporon,” ungkap Basri dalam rilis yang diterima KabarMalut, Senin (9/7/2018).

Setelah diketahui, kata dia PPL langsung menuju rumah Magdalena dan mempertanyakan tujuan kedatangan mereka. Namun disambut oleh Tim Paslon Anhar Abdul Latif dengan nada marah karena merasa terusik degan kedatangan Pengawas  sambil mengambil dokumentasi.

“Setalah kita di laporkan lagsung kita menuju ke Desa Sosolat untuk memantau, dan ketika kembali kami meminta keterangan Ibu Magdalena terkat dengan  perihal pemberian Uang oleh Anhar sebesar Rp 700.000, dan diakui oleh Magdalena bahwa uang tersebut adalah operasional dan honor Saksi karena dirinya juga sebagai tim pemenag,” terangnya.

Meski begitu, lanjut Basri, pihaknya tetap memintai klarifikasi baik kepada Anhar Abdul Latif  selaku pemberi uang maupun Mahdalena Doporon meskipun sebagaimana informasi yang diterima bahwa mereka benar-benar merupakan Tim Paslon.

“Jadi harus difahami juga tidak semua temuan itu langsung di proses, karena harus memenuhi dua unsur baik formil dan materil tetapi kalau tidak berarti tidak akan diproses. Karena kita lembaga pengawasan maka setiap dugaan harua ditelusuri agar diketahui kebenarannya,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait dengan temuan money politic maupun pelanggaran lainnya dirinya mengaku belum ada temuan maupun laporan pelanggaran di Haltim paska pencoblosan hingga saat ini.

“Alhamdulillah tidak ada temuan, karena untuk kasus ini juga masih dugaan, dan masih harus dimintai klarifikasi,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut