Tiga JCH Kepsul Gagal Berangkat

  • Bagikan
Staf Seksi Urusan Haji dan Umrah Kemenag Kepsul, Anwar Abu

SANANA – Kuota haji untuk Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) pada musim haji 2018 sebanyak 111 orang. Namun tiga orang diantara Jamaah Calon Haji (JCH) terpaksa gagal berangkat ke tanah suci Mekah, mereka diantaranya adalah Basir Duwila, Basri Upara dan Aisa Lumbessy.

Staf Seksi Urusan Haji dan Umrah Kemenag Kepsul, Anwar Abu menuturkan tiga JCH yang gagal berangkat ini satu diantaranya meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami sakit, JCH yang meninggal yakni Aisyah Lumbessy dari Desa Waitina Kecamatan Mangoli Timur. Sementara dua orang yang sakit yakni Basir Duwila dan Basri upara.

“Penundaan Keberangkatan bagi Basir Duwila dan Basri upara ini dimaksudkan agar keduanya bisa kembali mendapat perawatan kesehatan hingga kembali sehat agar tahun depan dapat berangkat, kan sayang juga kalau sudah berangkat tiba-tiba sakit, dan tidak dapat menjalankan rukun dalam ibadah haji secara sempurna,” kata Anwar kepada KabarMalut, Selasa (10/7/2018).

Menurutnya, dua JCH gagal berangkat karena kondisi fisiknya dinyatakan sakit oleh dokter saat pemeriksaan kesehatan, keduanya divonis memiliki penyakit jantung dan stroke. Sehinggah demi kelancaran ibadah haji pihak Kementerian Agama Kepsul menunda keberangkatannya.

“Untuk kecukupan kuota, ketiganya (JCH gagal berangkat) diganti dengan JCH yang lain pada daftar antrian,” jelasnya.

Penetapan kuota haji bagi setiap kabupaten/kota disesuaikan dengan jumlah penduduk muslimnya. Untuk sementara para pendaftar sudah mengisi daftar antrian hingga musim haji 2027.

“Kuota haji terbatas, sementara di Sula pada daftar antrian sudah sampai tahun 2027, karena yang daftar tahun 2018 akan bisa berangkat 8 sampai 9 tahun lagi,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut