Sempat Ditolak, Akhirnya DPRD Setujui Rp 10 M untuk SD Unggulan

  • Bagikan
Wakil Ketua DPRD Pulau Morotai, Rasmin Fabanyo

DARUBA – Program pembangunan Sekolah Dasar (SD) Unggulan Morotai sebelumnya mendapat penolakan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) saat diajukan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai pada APBD 2018. Namun ketika kembali diusulkan pada APBD-P 2019, DPRD menyetujui anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk SD Unggulan.

Wakil Ketua DPRD Pulau Morotai,  Rasmin Fabanyo mengaku, pihaknya bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah membahas program sekolah unggulan dan telah disepakati pembangunan sekolah unggulan diploting dalam APBD-P sebesar Rp 10 miliar.

“Jadi anggaran untuk sekolah unggulan nilainya sebesar Rp 10 miliar untuk pembangunan Sekolah Dasar (SD) yang dipusatkan di Desa Dehegila,” ungkap Rasmin saat dikonfirmasi sejumlah wartawan,  Jumat (13/7/2018).

Menurutnya, setelah anggaran pembangunan disetujui baka diharapkan ini fasilitas penunjang SD Unggulan juga harus segera dilengkap.

“Karena dalam APBD induk tidak dianggarkan,  maka dalam APBD-P kembali dianggarkan,” katanya.

Terpisah,  Kepala Bappeda Pulau Morotai, Abjan Sofyan saat dikofirmasi membenarkan pernyataan Rasmin, Pemkab telah mengusulkan anggaran untuk program pembangunan sekolah unggulan.

“Tujuan sekolah unggulan sebenarnya bagus,  karena untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pulau Morotai,” singkatnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut