Kejari Morotai Tahan Kades Yayasan

  • Bagikan
Kasi Pidum Kejari Morotai, Jefri Tolokonde

DARUBA – Kejaksaan Morotai menahan Kades Yayasan Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), Fadli Do Masud, atas kasus tindak pidana pencoblosan dua kali yang dilakukan saat pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara (Malut). Penahanan dilakukan usai menerima pelipahan berkas dan tersangka (tahap dua) dari penyidik Polres Pulau Morotai.

Kasi Pidum Kejari Morotai, Jefri Tolokonde mengatakan, kasus tindak pidana Pemilukada atas nama Fadli Do Masud yang juga merupakan Kades Yayasan, Senin kemarin sudah dilakukan penyerahan tersangka dan barang buktinya dari penyidik Polres kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Jadi dalam waktu lima hari sesuai dengan ketentuan Undang-Undang setelah penyerehan tersangka dan barang bukti kami wajib melimpahkan kasus ini ke Pengadilan,” kata Jefri kepada KabarMalut, Selasa (17/7/2018).

Menurutnya, setelah melimpahkan berkas tersangka ke pengadilan, selanjutnya pengadilan menetapkan waktu persidangan.

“Jadi hari Jumat kita sudah akan limpahkan ke pengadilan, selanjutnya tinggal menunggu penetapan sidang dari pengadilan, paling lama 7 hari kerja sudah harus ada putusan dari pengadilan,” jelasnya.

Fadli dijerat dengan Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 pasal 178 A tentang Pilgub, Pilwako dan Pemilihan Bupati, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 72 juta. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut