Korban Penggusuran Nginap di Tenda, BEM IAIN Galang Dana

  • Bagikan
Pasca penggusuran pemukiman di Kelurahan Kota Baru

TERNATE – Sejumlah mahasiswa yang dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, menggalang dana sumbangan untuk para warga Kota Baru yang rumahnya digusur Pemerintah Kota Ternate. Penggalangan dana sudah dua kali dilakukan dengan titik fokus pada sejumlah kampus-kampus di Kota Ternate.

Ketua BEM IAIN Ternate, Zulkifli Djafar menyebutkan kegiatan kemanusian ini dilakukan karena mereka simpatik dengan warga yang sejak rumah mereka digusur Pemerintah Kota Ternate dan kini hanya menempati tenda-tenda darurat karena belum ada tempat tinggal tetap.

“Untuk itu kami melakukan penggalangan dana dengan tujuan ingin membantu warga terutama untuk membeli kebutuhan makanan mereka sehari-hari,” kata Zulkifli kepada KabarMalut, Jumat (20/7/2018).

Zul sapaan akrabnya, berharap Pemerintah Kota Ternate bisa membantu memberikan solusi kepada warga yang rumahnya digusur, agar supaya mereka bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.

Vino, warga Kota Baru yang jadi korban penggusuran

Sementara itu, Vino salah satu warga Kelurahan Kota Baru yang menjadi korban penggusuran mengaku diterlantarkan Pemerintah Kota Ternate, pasca penggusuran para warga hanya menempati tenda darurat yang didirikan sendiri. Hal ini dilakukan karena mereka (warga) tidak memiliki tempat tinggal selain pemukiman yang dibongkar.

Vino berharap Pemerintah Kota Ternate memberikan kepastian merlokasi warga ke tempat tinggal lain ataupun biaya kompensasi agar mereka bisa membangun kembali tempat tinggal mereka di lokasi lain.

“Kami hanya menunggu kepastian saja dari Pemkot, setidaknya memberikan kami tempat yang layak atau kompensasi untuk memenuhi keperluan kami seperti kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya transportasi anak-anak yang sempat terputus sekolah selama beberapa hari ini,” harap Vino.

Vino menambahkan bahwa sudah dua hari anak-anak mereka tidak bersekolah karena tidak ada biaya transportasi dan kebanyakan dari warga kehilangan kartu keluarga dan dokumen penting lainnya untuk pengurusan anak-anak mendaftar sekolah. (Ita/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut