Bupati Minta Wakil Ketua DPR Perjuangkan Pariwisata Morotai

  • Bagikan
Wakil Ketua DPR RI, Utut Adianto bersama Bupti Pulau Morotai Benny Laos, Camat Morsel dan pihak Jababeka

DARUBA –Wakil Ketua DPR RI, Utut Adianto melakukan kunjungan kerja (Kuker) ke Kabupaten Pulau Morotai. Utut mengecek sejumlah program nasional terutama pembangunan sektor pariwisata yang ada di bibir pasifik ini.

Bupati Pulau Morotai, Benny Laos pada acaea Tatap Muka meminta dukungan kepada Utut sebagai unsur pimpinan DPR RI, agar secara politik memperjuangkan program pembangunan sektor pariwisata Pulau Morotai dan membangun komunikasi dengan sejumlah menteri, terutama Menkeu, Bappenas sebagai mitra kerja.

“Karena Jababeka sebagai perusahaan swasta akan  membangun kawasan industri berbasis pariwisata kelautan, perikanan dan agribisnis serta logistic,” kata Benny dalam acara Tatap Muka yang berlangsung di meeting room Jababeka, Sabtu (21/7/2018).

Menanggapi permintaan Bupati Benny, Utut mengaku kunjungan kerjanya ini khusus fokus pada parawisata. Olehnya itu, dirinya ingin berkunjung ke titik-titik pariwasata di Morotai salah satunya adalah Jababeka.

“Kedepannya akan ada kunjugan 500 ribu wisatawan manca negara yang berkunjung. Untuk mewujudkan ini otomatis seluruh infrastruktur harus disiapkan,” ungkap Utut.

Menurutnya, target pembagunan pariwisata yang dilakukan Jababeka menjadi salah satu target untuk pengunjung pariwasata nanti, dimana Jababeka dijadikan tempat tinggal atau home stay untuk kunjugan para wisatawan.

Polirisi PDIP ini berharap, wisata sejarah harus juga perlu diberi perhatian khusus, karena banyak menarik para wisatawan untuk datang, terutama keluarga dari para feteran sekutu maupun Jepang pasti akan datang ke Morotai.

“Kami tidak berjanji, tapi kami berkewajiban bekerja  keras mewujudkan ini, untuk itu butuh kerja sama dalam menyiapkan data-data yang menjadi kebutuhan pembangunan di Kabupaten Pulau Morotai,” terang Utut.

Sementara itu,  Jenderal Over Jababeka, Soni berharap Wakil Ketua DPR untuk menyampaikan ke pusat, Jababeka meminta  Tower BTS jaringan waifi, air bersih, dan kantor pertanahan devenitif. Jababeka membangun kawasan industri berbasis pariwisata kelautan, perikanan dan agribisnis serta logistik, namun sementara ini masih fokuskan di sektor pariwisata dan industry.

“Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ada di Desa Falila kami akan jadikan sebagai sektor industry, sedangkan Desa Juanga kami jadikan sebagai kawasan pariwisata. Kami minta dukungan dari Pemda dan masyarakat mari kita sama-sama memajukan Morotai sebagai daerah pariwisata yang berskala internasional,” singkatnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut