JCH Malut Berburu Kurma Nabi di Madinah

  • Bagikan
JCH Malut berburu Kurma Ajwa atau Kurma Nabi

TERNATE – Selama berada di Madinah, para Jamaah Calon Haji (JCH) asal Maluku Utara (Malut) yang tergabung dalam Kloter 8 berziarah di sejumlah tempat bersejarah salah satunya kebun kurma. Di tempat ini para jamaah paling mengincar Kurma Ajwa atau Kurma Nabi, dibandingkan kurma biasa dan berbagai produk olahan kurma lainnya.

“Perjalanan diawali dengan berkunjung ke kebun kurma, di kebun kurma ini jamaah semuanya turun berbelanja dan sebagian besar mencari Kurma Ajwa atau kurma nabi dan beberapa macam kurma yang dibungkus dengan coklat,” kata Kepala Seksi Sistim Informasi Haji Kanwil Kemenag Malut, Tamhid Abubakar kepada KabarMalut, Rabu (25/7/2018).

JCH Malut berburu Kurma Nabi sebagai oleh-oleh untuk sanak keluarga

Menurutnya, perjalanan ziarah diikuti kurang lebih 400 jamaah yang terdiri dari 10 rombongan, selama perjalanan ziarah tersebut terlihat jamaah begitu antusias dan bersemangat melihat napak tilas perjalanan dan perjuangan Rasulullah bersama para sahabat.

“Sekitar 30 menit berada di kebun kurma, perjalanan dilanjutkan ke Masjid Quba,” ucapnya.

Sementara di Masjid Quba, lanjut Tamhid, jamaah menyempatkan diri melaksanakan sholat tahiyatul masjid dan sholat dhuha. Terlihat suasana mengharukan karena selesai sholat beberapa jamaah berdoa dan meneteskan air mata karena tidak bisa menahan perasaan haru dan seakan tidak percaya bisa sampai di masjid pertama kali dibangun oleh Rasulullah ketika berada di Madinah ini.

“Sementara untuk masjid Qiblatain dan Khandak,  jamaah tidak bisa turun dan hanya menikmati dari atas kendaraan bus saja,” jelasnya.

JCH Malut ketika berada di Jabal Uhud Madinah

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Jabal Uhud dengan kondisi cuaca pada saat itu berkisar 40° celsius tapi tidak menghalangi semangat untuk turun dan menikmati suasana Jabal Uhud yang begitu terjal dan panas menyengat. Dalam perjalanan ini terjadi beberapa masalah kecil, seperti jamaah merasa kebingungan ketika kembali ke bus karena posisi bus yang berpindah tempat parkir dan banyaknya jamaah dari kloter lain yang melakukan ziarah di hari yang sama.

“Namun bus harus menunggu sampai semua jamaah kembali baru bergerak ke tempat tujuan selanjutnya,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut