Cabut Surat Kuasa, Hakim MK Minta Hadirkan AGK-YA pada Sidang Lanjutan

  • Bagikan
Hakim Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo

JAKARTA – Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mepertanyakan surat kuasa hukum Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) 2018, Abdul Ghani Kasub-M Al Yasin Ali (AGK-YA) yang beracara pada sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur Malut. Pasalnya, terdapat dua surat kuasa dan satu diantaranya dicabut saat jelang sidang.

Anggota Majelis Hakim MK, Suhartoyo mempertanyakan kejelasan surat kuasa yang masuk ke MK untuk pendampingan sidang.

“Mengenai kuasa ini sebenarnya kuasa yang mana ini yang dipakai ini, yang AWK apa yang satunya, pak?,” tanya Hakim Suhartoyo, seperti pada Risalah Sidang di website Mahkamah Konstitusi, yang dikutip KabarMalut, Sabtu (28/7/2019).

Kuasa Hukum AGK-YA,  A H Wakil Kamal menjawab surat kuasa yang benar adalah milik AWK And Partners , karena dari awal hanya kuasa tersebut yang didaftarkan ke MK. Namun Hakim, Suhartoyo mengaku terdapat dua surat kuasa sehingga meminta Prinsipal (pemberi kuasa) agar bisa menjelaskan di hadapan majelis.

“Tapi yang  AGK-YA ini apa ini, kok bisa nyasar masuk ke sini, ada pencabutan. Prinsipal (AGK-YA) mana, hadir, enggak, Prinsipal,” sebut Suhartoyo.

Wakil Kamal menjelaskan, bukan pencabutan karena Surat Kuasa itu sebelum SK penetapan rekapitulasi, jadi sudah cukup lama mungkin didaftarkan juga.

Namun faktanya, surat kuasa tersebut baru dicabut pada tanggal dilakukan sidang dan yang bisa berhak mencabut kuasa hanya AGK-YA, sehingga majelis hakim meminta agar AGK-YA bisa hadir pada persidangan. Meski sudah dijawab Wakil Kamal, AGK tidak sempat hadir, hakim Suhartoyo beberapa kali terus menanyakan kehadiran AGK-YA.

“Ya, tapi kan, pencabutan baru hari ini, tanggal 26 Juli. Mana Prinsipalnya, ini karena pencabutan juga kan cuma pak Abdul Gani Kasuba,” jelasnya.

Kuasa Hukum AGK-YA, berusaha memberikan pemahaman bahwa surat kuasa untuk sengketa pemilihan  bersifat khusus, akan tetapi majelis hakim tetap meminta agar AGK-YA hadir agar didengar penjelasannya secara langsung.

“Kalau ada Prinsipal mestinya harus memberi penegasan di persidangan ini,” harap hakim Suhartoyo.

Akhinya,  Wakil Kamal berjanji akan menghadirkan AGK-YA pada sidang berikutnya akan memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut. Selain itu, klarifikasi juga akan disampaikan dalam bentuk tulisan nanti.

“Kalau begitu sidang berikutnya kami usahakan hadir, Yang Mulia,” janji Wakil.

Suhartoyo menambahkan, kehadiran AGK-YA untuk memberikan klarifikasi, sifatnya penting karena berkaitan dengan kode etik profesi pengacara.

“Kan Anda punya profesi yang saling harus dihormati, saling menjaga supaya tidak ada benturan-benturan. Oke, jadi nanti persidangan yang akan datang sudah ada klarifikasi ya,” harapnya. (rdx)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut