Jadi Tersangka, Tiga Oknum Polisi Terancam Dipecat

  • Bagikan
Empat tersangka kasus narkoba, tiga diantaranya oknum Polisi

WEDA – Tiga oknum anggota Polisi yang bertugas di Polres Halmahera Tengah (Halteg) berinisial SH, SM dan LO serta seorang warga sipil besrisinial AL ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis shabu. Bahkan untuk ketiga anggota Korps Bhayangkara itupun terancam dipecat.

Kapolres Halteng, AKBP Andri Hariyanto mengatakan, penetapan tersangka terhadap ketiga oknum polisi ini dilakukan sejak Selasa 23 juli 2018 lalu. Sanksi paling berat menanti ketiga oknum ini dipecat dari keanggotaan Polri.

“Kalau kasus ini sudah inkra maka akan kita sidangkan ke disiplin dan kode etik. Nah jika sudah terbukti bersalah atas kasus narkotika ini akan berujung pada pemecatan atau pemberhentian dengan tidak hormat,” ungkap Andri kepada wartawan, Selasa (31/7/2018).

Kapolres mengungkapkan, alasan mengapa kasus penyalagunaan barang haram ini lama disampaikan ke public, karena pihaknya butuh pengembangan lebih lanjut setelah keempat pelaku diamankan.

“Bukan kami tutupi, tapi kami butuh pengembangan dari kasus narkoba ini. Karena dalam undang-undang narkotika kami dikasi waktu 3×24 untuk pengembangan dari kasus itu hingga ke akarnya dan hari ini kami tetapkan tersangka,” jelasnya, seraya mengaku alat bukti saat ini berada di Labfor Makassar untuk diperiksa.

Sementara itu, Kasat Reskrm Polres Halteng, AKP Bahrun Hi Syahban mengungkapkan bahwa penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat, dan kasus ini merupakan pesta sabu, karena penangakapan tersangka dilakukan dalam keadaan memakai di kosan milik salah satu anggota Polri di Weda.

“Babuk yang diamankan berupa 6 sedotan, satu gelas bening, satu buah bong (alat isap) dan satu bungkusan berisi sabu dengan berat 0,5 gram yang hampir habis dipakai,” urai Kasatreskrim.

Dikatakan, pelaku setelah diamankan di bawah ke Polda karena masalah disiplin, dan kasus ini tetap diperoses sesuai aturan yang berlaku. Ia mengaku Al yang merupakan warga sipil itu sudah menjadi Target Operasi (TO) Polres Halteng kurang lebih selama 6 bulan.

“Mereka ditetapkan sebagai tesangka dan resmi ditahan 20 hari kedepan untuk pemeriksaan. Sementara babuk narkotika berupa sabu setelah diperiksa hasilnya positif sabu-sabu. Untuk urine hasilnya belum selesai, akan tetapi pada saat pemeriksaan di Polda hasilnya positif,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut