Kajari Akui Dua Kasus Korupsi di Morotai Miliki Calon Tersangka

  • Bagikan
Kepala Kejari Pulau Morotai, Supardi

DARUBA – Penanganan kasus dugaan korupsi pada Kantor Perwakilan Morotai di Jakarta dan Pengadaan Lahan Fiktif di Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Pulau Morotai, kini mulai menunjukan babak baru. Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulau Morotai telah mengantongi calon tersangka untuk kedau kasus yang sudah lama ditangani ini.

Kepala Kejari Pulau Morotai,  Supardi mengaku dalam penanganan kedua kasus korupsi ini, penyidik telah mengantongi nama calon tersangka yang bertanggung jawab soal anggaran di dua intansi berbeda ini.

“Kedua kasus itu sudah ada calon tersangka,” kata Supardi kepada sejumlah wartawan, Rabu (1/8/2018).

Meski begitu, Supardi belum mau menyapaikan nama calon tersangka dimaksudnya dengan alasan masih mengunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangungan (BPKP).

“Soalan siapa calon tersangkan, nantilah, karena masih butuh audir BPKP,” jelasnya.

Menurutnya, dalam penyelidikan kasus ini terdapat sejumlah saksi yang sudah diperiksa penyidik dan mengarah ke calon tersangka nanti.

“Jadi bagi kami pemeriksaan saksi itu sudah cukup untuk menetapkan calon tersangka,” terangnya.

Sebagaimana diketahui,  kasus pengadaan barang dan jasa kantor Perwakilan Pulau Morotai di Jakarta terjadi tahun 2015 semasa kepemimpinan Sofani Bandari dengan total kerugian Negara sebesar Rp 1,5 miliar. Sementara kasus pengadaan lahan fiktif juga terjadi tahun 2015 semasa kepimpinan, Mufti Siruang yang juga merugikan keuangan negara miliaran rupiah. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut