Kasus Cabul ‘Juara’ di Halteng

  • Bagikan
Kapolres Halteng, AKBP Andri Hariyanto

WEDA –  Penanganan kasus tindak pidana umum di Polres Halmahera Tengah (Halteng) mulai dari Januari sampai Juli 2018, tercatat ada 19 kasus. Kasus tertingga merupakan kasus pencabulan dibandingkan kasus pidana lain.

Kasat Reskrim Polres Halteng, AKP Bahrun Hi Syaban mengatakan, dari 19 kasus yang dinyatakan P21, kasus yang paling menonjol adalah kasus pencabulan.

Ia mengaku, seluruh petunjuk baik itu syarat formil dan materilnya telah dipenuhi oleh penyidik. Sehingga berkas tersangka dari 19 kasus ini dinyatakan lengkap (P21).

“Kalau sudah di P-21, secara otomastis kita tinggal menungu penyidik menyerahkan tersangkanya,” ujar Bahrun kepada wartawan, Kamis (2/8//2018).

Ia kemudian menyebut, kasus yang telah di-P21 yakni kasus pengniayaan sebanyak 2  kasus, pencabulan 5 kasus, pengeroyokan 2 kasus, kekerasakan dalam rumah tangga (KDRT) 1 kasus, melarikan anak gadis 1 kasus, narkoba 2 kasus, pemerkosaan 2 kasus, pemerasan dan ancaman 1 kasus, pencurian 2 kasus dan persetubuhan 1 kasus.

Meski begitu, Kasat Reskrim tidak memyampaikan jumlah tersangka dari 19 kasus yang saat ini telah dinyatakan lengkap.

Sementara untuk kasus lakalantas di Halteng tergolong paling renda jika dibandingkan Halut dan Kota Ternate. Tercatat hingga memasuki semester ke 2 hanya 8 kasus Lakalantas sepanjang tahun 2018.

“Halteng kasus lakalantas masih terendah. Tercatat hanya ada 8 kasus yang saat ini juga diproses,” ungkap Kasatlantas Polres Halteng, AKP Johanis S. Aipipidely.

Ia mengaku, hal ini karena kurangnya arus lalu lintas, kendaraan yang belum banyak. Selain itu, di Halteng juga tidak ada kemacetan, akan tetapi untuk titik kerawanan di ada dan kadang terjadi kecelakaan.

Terpisah Kapolres Halteng, AKBP Andri Hariyanto saat dikonfirmasi membenarkan kasus yang sudah P21, kurang menunggu dari Kejaksaan.

Andri juga menghimbau kepada orang tua agar supaya dapat mengawasi putra-putri, agar tidak berbuat tindakan yang melawan hukum dan terjerat hukum, terutama anak anak dibawah umur.

“Karena dominasi kasus di Halteng kasus pencabulan,” singkatnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut