Karutan Akui Tahanan Kabur Karena Kelalaian Petugas

  • Bagikan
Kepala Rutan Klas IIB Weda, Bahrudin Djen

WEDA – Penyebab dua narapidana dan satu tahanan titipan Pengadilan Negeri Soasio yang melarikan diri dari Rutan Klas IIB Weda, Halmahera Tengah (Halteng) pada Jumat 3 Agustus lalu kini mulai terungkap.

Kapala Rutan Kelas II B Weda, Bahrudin Djen mengakui, faktor kelalain penjagaan petugas piket membuat tiga tahanan berhasil kabur. Dimana berawal dari salah satu petugas Rutan membawa memasukan kayu balok ke dalam Rutan, luma membawa mengeluarkan balok tersebut sehingga dimanfaatkan untuk menjebol tembok paga.

“ Salah satu petugas kerja dan kasih masuk kayu balok ke dalam Rutan, mungkin petugas saya lupa kaluarkan kayu itu, sehingga mereka (tahanan) gunakan kayu dengan membobol tembok,” ungkap Bahrudin dikonfirmasi KabarMalut, Minggu (5/8/2018).

Selain itu, tembok pagar yang sudah rapuh juga memjadi salah satu faktor yang dimanfaatkan para tahanan karena sangat mudah mejebolnya.

“Tembok pagar juga sudah rapuh sehingga mereka mudah membobol tembok dengan kayu. Kalau temboknya keras, meski mereka mengunakan kayu tapi tidak bisa dibobol,” jelasnya.

Baca juga : Dua Hari Kabur, Nane Kembali Ditangkap

Sedangkan jumlah pegawai Rutan Weda, hingga kini masih sangat minim sehingga tidak seimbang dengan warga binaan yang menjalani masa hukuman.

“Sekarang jumlah tahanan sudah mencapai 24 narapidana, sedangkan pegawai Rutan hanya berjumlah 17 pegawai,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut