Sola Tahanan Kabur, Petugas Rutan Weda Bakal Diberi Sanksi

  • Bagikan
Kabid Keamanan,Perawatan dan Kesehatan Kanwil Kemenkumham Malut, Hi Amran Umagapi

WEDA – Tiga pejabat utama Kantor Wilayah Kemenetrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Maluku Utara, mendatangi Rutan Klas IIB Weda, Halmahera Tengah (Halteng) pasca kaburnya tiga tahanan yang menjebol tembok pagar Rutan Jumat 3 Agustus lalu. Mereka diantaranya yakni Kabid Keamanan, Perawatan dan Kesehatan Amran Umagapi, Kasubit Keamanan Fatmawati M Marasabesi, JFU Bidang Pembinaan Fatmawatib Rahmayani, kini melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah petugas Rutan.

Kabid Keamanan,Perawatan dan Kesehatan Kanwil Kemenkumham Malut, Hi Amran Umagapi mengaku, ada unsur kelalaian petugas piket Rutan pada saat kejadian. Sehingga petugas yang lalai atau melakukan kesalahan kini masih diperiksa untuk diambil tindakan pemberian sanksi.

“Bilamana hasil pemeriksaan petugas piket melakukan kesalahan maka akan diberi saksi, saksi berupa teguran, penundaan pangkat dan pemecatan. Nanti klihat dari hasil pemeriksaan dan kesalahan petugas, semua ini sudah melalui protap yang ada di Kemenkumham,” kata Amran saat ditemui KabarMalut di Rutan Klas IIB Weda, Minggu (5/8/2018).

Disamping melakukan pemeriksaan terhadap petugas Rutan, Kanwil Kemenkumham juga memberikan pembinaan terhadap para warga binaa yang berada Rutan Weda dan di seluruh Lapas maupun Rutan dengan adanya kejadiaan ini.

“Dengan adanya kejadiaan ini, para Napi dilakukan penjagaan begitu ketat, walaupun Napi lain tidak melakukan tindakan berat, jadi kita perketat kegiatan mereka,” tegasnya.

Baja juga : Karutan Akui Tahanan Kabur Karena Kelalaian Petugas

Terkait dengan keluhan kekurangan petugas, amran menuturkan kekurangan pegawai bukan hanya di Rutan Weda, namun seluruh Lapas maupun Rutan di Malut maupun Indonesia, umumnya mengalami hal serupa sehingga tidak sebanding antara petugas dan Napi.

Pasca kejadiaan ini, Rutan Weda mendapat bantuan BKO petugas dari Lapas Klas IIIA Ternate untuk membantu pengamanan dan pencarian terhadap dua napi yang masih buronan. Keluarga para Napi yang masih berada dalam binaan Rutan, diimbau memberikan pengertian agar supaya tidak bertindak melanggar hokum. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut