Dinkes Morotai Tunda Imunisasi Vaksin MR

  • Bagikan
Kabid P2P Dinkes Pulau Morotai, Sahril Adam

DARUBA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pulau Morotai, memutuskan untuk menunda pelaksanaan imunisasi vaksin campak atau Measles Rubella (MR). Penundaan ini sebagai bentuk tindak lanjut atas permintaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena vaksin MR belum miliki sertifikasi halal.

“Edaran Kementerian tentang vaksin rubella kita sudah bahas, namun berdasarkan koordonasi bersama MUI itu kita diminta untuk menunda, alasannya sertifikat halal. Jadi belum ada fatwa MUI jika ini halal, makanya ditunda,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pulau Morotai, Sahril Adam kepada KabarMalut, Selasa (7/8/2018).

Menurutnya, vaksin rubella untuk mencegah cacat bawaan sejak lahir, seperti anak kecil yang penglihatan agak kabur, maka harus diberikan vaksin rubella dan vaksin missels untuk cacar air atau biasa disebut Sarampa oleh masyarakat Malut. Padahal tahun 2017 atau fase pertama, imunisasi vaksin MR sudah dilaksanakan di Jawa, Aceh dan Gorontalo yang tidak ada masalah.

“Tapi di Morotai dan Kota Ternate, kalau tidak salah belum dibenarkan. Jadi karena rekomendasi dari dewan seperti ini, makanya kami juga belum bisa mengambil langkah,” terangnya.

Imunisasi vaksin MR dilakukan terhadap anak-anak kategori usia mulai dari 9 hingga 15 tahun. Khusu Pulau Morotai, tercatat sebanyak 972 anak mulai dari SD, SMP dan SMA telah diimunisasi melalui Puskesmas dan Pustu.

“Sementara di Puskesmas yang ada, terutama di Pustu-Pustu sudah sempat jalan, namun karena diminta MUI dan dewan untuk ditunda, makanya kami tunda. Tapi sudah koordinasi ke dewan, agar kiranya permintaan ini disampaikan secara resmi ke bupati juga,” kata Sahril.

Meski begitu, tambah Sahril, dalam Surat Edaran Menkes juga memperbolehkan para petugas untuk tetap melayani masyarakat yang hendak melakukan imunisasi vaksin MR sambil menunggu keputusan MUI. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut