AHM-RIVAI Tidak Ragukan Integritas Hakim MK

  • Bagikan
Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi yang melaksanakan sidang PHP Pilgub Malut

JAKARTA – Pasangan Calon (Paslon) Gubenur dan Wakil Gubernur Malut, Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-RIVAI) tidak meragukan intigritas majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang kini menangani Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Pilkada Malut.

Juru Bicara Pasangan AHM-RIVAI, Sawaludin Damopolii mengatakan integritasi hakim MK tidak perlu diragukan, karena bakal menangani PHP Pilkada Malut bakal sesuai mekanisme hukum yang berlaku terutama terkait hasil perselisihan yang disengketakan.

“Kami percaya dan yakin, para hakim di Mahkamah Konstitusi adalah orang-orang yang berintegritas dan profesional. Mereka tidak akan memutuskan masalah diluar konteks kebenaran. Apalagi Pilgub Maluku Utara berlangsung aman dan hasil nurani rakyat,” ungkap Sawaludin kepada KabarMalut, Kamis (9/8/2018).

Menurutnya, sengketa PHP Pilgub Malut kini masih berproses di meja persidangan MK, setelah melihat materi gugatan dari Paslon Abdul Ghani Kasuba-M Al Yasin Ali (AGK-YA) sebagai Pemohon, pasangan nomor urut 1 AHM-RIVAI sebagai pihak Terkait optimis menang.

“AHM-RIVAI yakin, MK menolak gugatan Pemohon dan membenarkan hasil pleno rekapitulasi suara Pilgub 27 Juni oleh KPU Provinsi Maluku Utara yang menetapkan pasangan AHM-RIVAI sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara terpilih,” terangnya.

Terkait merebaknya klaim sepihak tentang hakim MK bakal memenangkan pasangan AGK-YA, dengan pendekatan kekuasaan, Sawaludin menanggapi datar  dan mengaku asumsi dan pengkaplingan kemenangan adalah hal biasa di negara demokrasi. Hanya saja, kata Sawal, klaim tersebut haruslah mendasar, jangan abal-abal dan substansi dari berbagai sudut pandang.

“Bagi AHM-RIVAI, MK adalah lembaga negara yang ditempati oleh para hakim yang berintegritas, profesional, berkualitas dan memiliki intelektual yang tidak diragukan,” pungkasnya.

AHM-RIVAI memberikan apresiasi kepada penyelenggara karena sukses menggelar Pilgub 2018 teraman, demokratis, adil dan berkualitas. Pilkada 2018 menepis Malut sebagai daerah yang memiliki tingkat kerawanan dalam pesta demokrasi. (rdx)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut