Oknum Keluarga Diduga Terlibat Pelarian Napi di Rutan Weda

  • Bagikan
Kepala Rutan Klas IIB Weda, Bahrudin Djen

WEDA –  Pelarian dua Narapidana (Napi) dan satu tahanan titipan dari Rutan Klas IIB Weda, Halmahera Tengah (Halteng) pada Jumat 3 Agustus lalu, diduga ada keterlibatan oknum keluarga salah satu Napi yang membantu memudahkan pelarian.

Dimana dua napi yang belum juga ditangkap sampai saat ini bernama Ari Faristi Lantang alias ari dan Junaidi Abubakar alias Edi, ”ungkap Karutan Bahruddin Djen kamis,(9/8/2018) kepada kabar malut diruang kerja.

Kepela Rutan Klas IIB Weda, Bahruddin Djen mengatakan dari keterangan salah satu tahanan yang sudah ditangkap Minggu 5 Agustus lalu yakni Darmin alias Nane, terungkap salah satu oknum keluarga Napi ikut membantu kuda Napi selama pelarian.

“Dalam pelariaan dua Napi yang belum juga ditangkap sampai saat ini yakni bernama Ari Faristi Lantang alias ari dan Junaidi Abubakar alias Edi, diketahui salah satu keluarga Napi yang membantu pelarian mereka. Ini terungkap dari hasil pengembanggan dari Darmin alias Nane yang ikut dalam pelarian yang sudah di interogasi petugas Rutan pasca ditangkap kembali,” kata Bahruddin kepada KabarMalut, Kamis (9/8/2018).

Pengakuan Nane, sebut Bahruddin, hari pertama dalam pelariaan mereka, salah satu keluarga Napi Edi bernama Junaedi mengantarkan makanan, minuman dan rokok bahkan Junaedi diketahui sering berkomunikasi melalui telepon seluler (HP). Petugas Rutan kemudian menuju ke rumah Junaedi di Kilo Tiga menyita HP Junaedi.

“Pasca disita HP dari kakak Edi,  Edi langsung menghubunggi nomor kakaknya pada Rabu malam, dia (Edi) tidak mengetahui kalau HP kakaknya sudah disita, saya angkat, saya tanya ada bawa uang, kalau tidak ada uang kirim no rekening. Tapi rupanya percakapan dengan saya sudah dicurigai, tanya saya lagi kalau lagi dimana jawab Edi di Halsel langsung mematikan HP,” jelas Bahurddin.

Begitu dihubunggi kembali, no HP milik Edi sudah berada diluar jangkauan, namun dideteksi nomor tersebut berada di sekitar Weda Utara sehingga petugas Rutan yang berjumlah enam orang dikerahkan ke lokasi yang dicurigai. Kuat dugaan Napi Edi dan temannya membawa HP yang didapat dari pihak keluarga, sehingga pihak Rutan bakal melaporkan kakak Edi ke Polres karena turut membantu Napi melarikan diri.

“Hari ini saya ketemu Kasat Reskrim, agar pihak Polres memanggil dan memeriksa kakak Napi Edi dalam peran pelariaan kedua Napi yang sampai saat ini belum tertangkap,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut