Tiga Ruang Kelas SMA 2 Ternate ‘Mengancam’ Keselamatan Siswa

  • Bagikan
Pondasi Gedung SMA 2 Kota Ternate yang sudah retak dan patah

TERNATE – Tiga Ruang Kelas Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kota Ternate, kini mengancam keselamatan siswa-siswi, karena masih dipaksakan untuk dilakukan proses belajar mengajar, meski sudah rusak berat. Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Provinsi Maluku Utara (Malut), diharapkan memperhatian ruang kelas ini untuk segera dibangun kembali.

Kepala SMA Negeri 2 Ternate, Zainuddin MS Hi Idris mengaku, pihaknya sangat mengharapkan Dikjar Malut memproritaskan pembangunan tiga ruang kelas yang sudah tidak layak difungsikan ini. Sebab sudah termakan usia dan pondasi gedung sudah patah, bahkan sebagian tempo telah retak.

“Harapan kami agar pihak Dikjar lebih memperhatikan bangunan gedung SMA Negeri 2 ini, karena DAK 2017-2018 tidak mencukupi kebutuhan pembangunan gedung terutama tiga rungan yang sudah mengalami rusak parah, seperti bagian pondasi mengalami patah dan tiang-tiang bangunan mengalami retak serta bagian dinding yang sudah rapuh dimakan usia,” ungkap Zainudin saat ditemui Kabar Malut di ruang kerjanya, Kamis (9/8/2018).

Menurutnya, ruang kelas yang sudah rusak parah ini harus segera dirubuhkan dan dibangun baru, bukan direhab lagi karena pondasi serta dinding tidak layak lagi. Zainudin mengkhawatirkan jika proses belajar mengajar berlangsung dan terjadi gempa, maka hal-hal yang tidak diinginkan pasti terjadi.

“Kita takutkan jangan sampai situasi alam yang kita tidak tahu seperti gempa, ini sangat berbahaya. Sebab nanti kalau sudah terjadi akan disalahkan pihak sekolah, sehingga kami sangat berharap pihak Dikjar memperhatikan  ini,” jelasnya.

Untuk kebutuhan anggaran pembangunan tiga Ruang Kelas Baru (RKB), membutuhkan anggaran sekira Rp 800 juta, karena gedung tersebut tidak bisa dirahab lagi. Selain itu, terdapat pula 9 ruang kelas yang harus direhab baik rehab sedang dan rehab ringan.

 

RKB sudah mengalami rusak parah serta 9 RKB membutukan rehabilatasi sedang dan ringan. Semenatar Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 yang diperintukan untuk sarana fasilitas Gedung hanya sebesar Rp.400 juta.

“Tiga RKB yang harus dibangun baru ini membutuhkan anggaran paling rendah sebesar Rp 8 00 juta. Sementara 9 ruang kelas juga butuh dirahab baik sedang dan rehab ringan,” pungkasnya. (ut/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut