Bebankan Warga Bayar Sertifikat, Anggota DPRD Ancam Lapor Petugas Pertanahan

  • Bagikan
Wakil Ketua DPRD Pulau Taliabu, Ridwan Soamole

BOBONG – Warga di sejumlah desa yang berada di Kecamatan Lede dan Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, mengeluhkan sikap petugas Pertanahan yang membebankan mereka membayar biaya sertifikat sebesar Rp 350 ribu per sertifikat. Padahal sertifikat melalui program Prona tersebut seharunya digratiskan.

Wakil Ketua DPRD Pulau Taliabu, Ridwan Soamole menuturkan seharusnya dalam pembuatan sertifikat tanah tidak ada pungutan biaya apa pun karena, sudah diprogramkan dalam program Prona oleh Kementerian Pertanahan. Masyarakat yang mendapat bantuan Prona tidak lagi dibebankan biaya atau sudah digratiskan.

“Ada masyarakat di Taliabu Utara dan Lede mereka lapor kepada saya bahwa ada petugas pertanahan yang buat sertifikat tanah saat ini, mereka pungut biaya kepada warga senilai Rp350 ribu per satu sertifikat. Sementara pembuatan sertifikat tanah ini sudah diprogramkan dalam Pronah dan itu gratis,” kata Ridwan kepada KabarMalut, Kamis (16/8/2018).

Menurutnya, jika benar ada pengutan dilakukan petugas Pertanahan, maka tindakan tersebut dikategorikan pungutan liar (Pungli) dan harus dilaporkan ke pihak berwajib untuk diproses secara hukum.

“Kenapa harus ada pungutan biaya lagi kepada warga, itu kan Pungli. Karena program ini kan gratis,” tegasnya.

Ridwan berjanji dalam waktu dekat akan turun langsung ke desa-desa yang mengeluhkan Puling itu untuk mengecek kebenaran laporan. Jika benar, maka ia akan melaporkan petugas pertanahan yang lakukan pungli tersebut pada pihak yang berwajib.

“Apa bila laporan ini benar terjadi, maka saya akan lapor petugas yang bersangkutan kepada pihak yang berwajib,” janjinya.

Ridwan berharap petugas pertanahan yang saat ini lagi menjalankan tugas di wilayah Taliabu Utara dan Lede agar jangan lagi lakukan Pungli, atau biaya apa pun kepada warga dalam pembuatan sertifikat tanah karena semuanya sudah digratiskan.(Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut