Lahan Warga Indari Tak Kunjung Dibayar, Gapura Minta Bupati Copot Kabid Aset

  • Bagikan
Ketua Gapura Halsel, Armain

LABUHA – Janji Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) membayar lahan perluasan jalan desa Indari-Nondang hingga kini tidak kunjung terealisasi sejak tahun 2017. Sementara di desa Kaputusang, Nondang dan sekitarnya sudah dibayar lunas.

Ketua LSM Gapura Halsel, Armain mengaku berdasarkan keterangan warga bahwa yang di bayar oleh Pemda hanyalah isi lahan (tanaman) dengan harga tanaman per pohon bervariasi sesuai dengan harga pohon pada umumnya.

“Contoh pohon aren seharga Rp 300.000, sementara pohon jenis lain dihargai Rp 150.000 bahkan hanya sampai Rp 200.000,” ungkap Armain kepada KabarMalut, Kamis (16/8/2018).

Masalah ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pemkab Halsel melalui Bidang Asset DKPAD Kabupaten Halsel, hasilnya dari Bidang Aset, menjanjikan akan dibayarkan pertengahan bulan Agustus, tapi faktanya hinggas kini belulm ada kepastian.

“Olehnya karena itu, kami atas nama LSM Gapura bersama masyarakat Desa Indari meminta kepada Pemkab Halsel segera membayar lahan mereka. Kalau tidak bayar kami akang menggelar aksi demonstrasi di kantor dan instansi terkait,” ujarnya.

Selain mengamcam menggelar aksi demonstrasi, LSM Gapura juga mendesak Bupati Bahrain Kasuba mencopot Kabid Aset karena tidak mampu dan melakukan pembohongan.

“Tidak bayar harus dicopot Kapala Asset itu, kemudian sebelum lahan dibayar maka jangan sekali-kali ada proses pekerjaan lanjutan dari instansi terkait. Kalau ada yang kerja di lahan atau jalan di Desa Indari tetapi belum bayar kerugian warga, makanya jang coba-coba,” cetusnya

Armain juga sampaikan bahwa dalam masalah ini, Kepala Desa Indari dan Camat Bacan Barat harus bertanggung jawab atas terjadi di Desa Indari tersebut. Sebab Kepala Desa adalah pimpinan di desa dan camat adalah bagian yang tak terpisahkan dari setiap problem sosial.

“Kami sampaikan ketegasan ini kepada Pemda Halsel agar segera merealisasikan apa yang menjadi tuntutan hal layak dalam lahan Desa Indari yang telah digusur untuk pembangunan jalan lingkar Bacan Barat harus diselesaikan secepatnya,” pungkas Armain. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut