Dua Pimpinan SKPD Halsel Disandra Kelompok Bersenjata

  • Bagikan
Kadishub Halsel Soadri Ingratubun saat disandera sekelompok orang bersenjata

LABUHA – Perayaan HUT RI ke-73 di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) diwarnai insiden penyanderaan terhadap dua pimpinan SKPD, yang dilakukan sekelompok orang yang tidak dikenal dengan bersenjata lengkap. Insiden yang membuat panik ratusan peserta upacara itu, terjadi di lapangan Asombang Desa Labuah tempat perayaan HUT RI ke-73.

Kedua Pimpinan SKPD yang disandera itu yakni Kepala Dinas Perhubungan Soadri Ingratubun dan Kepala Inspektorat Slamat Ak. Tragisnya Soadri dan Slamet disandra dihadapan Dandim 105 Labuha, Kapolres Halsel dan Forkompimda Halsel.

Kejadian berawal, ketika dipenghujung upacara muncul 4 orang bersenjata lengkap dari arah utara tepatnya dari belakang tempat duduk undangan VIP dimana Soadri dan Slamet juga berada ditenga-tengah para undangan. Keempat orang itu menghujani tembakan ke udara sambil berlari menuju kearah Soadri dan Slamet.

Kadis Perhubungan saat digiring menuju bus oleh sekelompok orang bersenjata

Tak banyak tingkah ke dua orang dari empat bersenjata itu menodongkan senjat tepat di kepala Soadri dan Slamet, keduanya kemudian digiring turun dari tempat duduk menuju bus yang digunakan kawanan bersenjata itu untuk menyandara. Peserta upacara pun makin panik melihat kedua pimpinan SKPD itu disandra.

Tidak berselang lama datang Pasukan Gultor dari Raider Khusus 732 Kompi A Labuha menggunakan 1 unit mobil tempur dan 2 unit sepeda motor langsung melakukan pengejaran. Pasukan Gultor yang berjumlah 12 orang itu kemudian membuntuti bus tersebut, aksi pembebasan sandrapun dilakukan dengan memecahkan kaca bus dan menghujani tembakan ke arah dalam bus.

Alhasil kedua kawanan bersenjata ditempak mati korban sandra Slamet dapat diselamatkan. Sedangkan Soadri disandra di salah satu rumah. Pasukan Gultor kemudian bergagas menuju rumah tersebut, Dengan kelebihan tempur Pasukan Gultor yang menggunakan seragam hitam-hitam itu juga berhasil menembak mati pelaku dan korban sandra atas nama Soadri dapat diselamatkan.

Aksi pembebasan sandra oleh pasukan Gultor Raider Khusus 732 Kompi A Labuha

Kedua sandra kemudian dikembalikan ke pusat Pemerintah Kabupaten Halsel. Namun rangkaian aksi penyanderaan itu dilakukan hanya semata-mata turut memeriahkan HUR RI ke-73 oleh TNI-AD bekerja sama dengan Pemkab Halsel.

“Saya sudah dikoordinasi sebelumnya bahwa ada aksi penyanderaan dari Kompi A, tapi saya tidak tahu oknumnya siapa yang jadi target akan disandra,” ungkap Kadis Perhubungan, Soadri Ingratubun kepada KabarMalut saat ditemui usai atraksi tersebut, Jumat (17/8/2018).

Soadri mengaku dirinya sudah biasa turut terlibat dalam atraksi tersebut.

“Saya sudah biasa dalam aksi seperti ini karena sering terlibat langsung,” tutur mantan Kepala Kesbangpol itu. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut