Polsek Utara Diduga Diamkan Kasus Penipuan Berkedok Investasi

  • Bagikan
Kapolsek Ternate Utara, Iptu Ambo Wellang

TERNATE – Kinerja Penyidik Unit Reskrim Polsek Ternate Utara, dikeluhkan masyarakat yang mencari keadilan, penanganan kasus yang dilaporkan cukup lambat penangananya bahkan diduga sengaja didiamkan untuk selesai ke proses selanjutnya.

Salah satu warga, Sofyan mengaku dirinya melaporkan kasus dugaan penipuan berkedok investasi yang dilakukan Sri Wahyuni alias Mimi dan Dedi Herdinan Wahab alias Dedi terhadapnya sebesar Rp 209 juta, sejak 15 Mei 2018 lalu dengan nomor Laporan Polisi, LP/19/V/2018/polsek utara, hingga kini belum ada kejelasan.

Sofyan menceritakan kronologis kasus penipuan berkedok investasj yang menimpa dirinya, bemula ketika pelaku Dedi berperan sebagai player atau pemain dan Mimi berperan onel atau bertugas mencari member mengiming-imingi dirinya investasi dengan profit jangka 15 hari sebesar 100 persen. Sofyan yang tergiur langsung menyetorkan uang sebesar Rp 209 juta dalam beberapa bukti kwitansi penyetoran langsung kepada Mimi, untk diinvestasikan. Namun walhasil, tiba waktu yang sudah disepakati uang tersebut tidak kunjung dibayarkan.

“Kasus ini saya sudah dilaporkan ke Polsek Ternate Utara dan sudah pada tingkat pemeriksaan saksi. Namun hingga saat ini, belum ada penetapan tersangka bahkan  belum ada peningkatan status kasus tersebut,” kata Sofyan kepada KabarMalut, Selasa (21/8/2018).

Meski saat melaporkan telah menyodor sejumlah bukti berupa kwitansi penyetoran serta beberapa saksi yang mengetahui langsung memberikan keterangan untuk kepentingan penyelidikan. Kasus tersebut kini sudah didiamkan polisi tanpa memperoses pelaku yang dilaporkan.

“Seharusnya Polisi sudah menetapkan tersangka dan pelaku harus ditahan bukan didiamkan, karena berdasarkan bukti kwitansi penyerahan uang dan juga saksi-saksi yang membenarkan tentang adanya penipuan berkedok investasi tersebut,” jelasnya,

Sementara itu, Kapolsek Ternate Utara, Iptu Ambo Wellang saat dikonfirmasi mengaku pihaknya kini telah menyelidikan laporan penipuan itu. Namun proses laporan dilakukan oleh korban, sebelum dirinya menjabat sebagai Kapolsek.

“Kasus itu saya sebelum jadi Kapolsek, sebab masih Kapolsek lama hal ini setelah saya konfirmasih kepada Kanit Reskrim ternyata kasus itu memang ada,” kata Ambo.

Kapolsek Ambo berjanji bakal memerintakan penyidiknya untuk segera menyelesaikan kasus ini agar tidak menjadi tunggakan.

“Nanti saya perintahkan Kanit Reskrim yang baru berkoordinasi dengan Kanit Reskrim yang lama, karena kasus ini sebelum saya jabat sebagai Kapolsek,” janjinya.

Selain itu, Ambo mengaku akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk memastikan kelanjutan penyelidikan untuk dinaikan statusnya.

“Saya akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan dulu apakah kasus ini bisa kita naikan atau tidak , kalau memang bisa dinaikan ke Jaksa ya kita akan naikan ke jaksa,” tandanya. (Ut/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut