Petugas Masih Terima Uang Jadi Penyebab Kebocoran Pajak

  • Bagikan
Kepala BP2RD Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman

TERNATE – Sistem pengelolaan pajak dan penarikan retribusi di Kota Ternate banyak selalu terjadi kebocoran. Hal ini disebakan karena terdapat oknum petugas pengelola dan penarikan retribusi masih menerima uang dari wajib pajak sehingga menjadi peluang terjadi penyimpangan.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan retribusi Darrah (BP2RD) Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman mengaku masih ada ruang terjadi kebocoran pajak. Sistem pungelolaan pajak di Ternate sangat memberikan ruang terjadi adanya penyimpangan, karena peyebab pertama yaitu petugas masih menerima uang secara langsung dari wajib pajak.

“Kalau 10 jenis pajak itu sudah mencapai 80 persen atau 90 persen maka  wajib pajak harus menyetor ke rekening pemerintah daerah. Namun yang terjadi kita di Kota Ternate masih ada petugas yang memegang uang tersebut,  jadi memang kelemahan kita,” kata A Yani kepada wartawan, Kamis (23/8/2018).

Selain itu, Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola, serta faktor kelola pajak dan retribusi yang masih lemah sehingga memberikan ruang terjadinya praktek-praktek transaksi antara petugas dengan para wajib pajak. Pemda telah berupaya semaksimal mungkin untuk menututupi peluang ini, guna mencegah terjadinya devisit anggaran.

“Tugas kita  bagimana untuk menutupi ruang ini, saat rapat evaluasi dengan Wali Kota sudah instruksikan agar wajib pajak mau pun wajib retribusi memenuhi ketentuan yang berlaku yaitu setiap wajib pajak dan retribusi harus melakukan penyetoran langsung ke Bank sehingga tidak terjadi penyimpangan lagi,” jelasnya.

Rekening Penerima Pemda Kota Ternate sendiri ada di BPRS, Bank BPD dan Bank BNI, wajib pajak dan retribusi bisa langsung menyetor ke tiga Bank tersebut. Wajib pajak dan retribhsi diimbau untuk tidak lagi menyotir langsung ke petugas, hal ini untuk menghindari terjadi penyimpangan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut