Menteri PPPA Berharap Kekerasan Perempuan dan Anak Diakhiri

  • Bagikan
Menteri PPPA RI, Yohana Yembesi pada acara Seminar Three Ends di Vellya Hotel Ternate

TERNATE – Kekerasa terhadap perempuan dan anak di Indonesia masih saja sering terjadi, bahkan berakibat fatal pada korbannya. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), berupaya agar kasus-kasus seperti ini diakhir dengan mencanakan sejumlah program.

Menteri PPPA RI, Yohana Yembise Yohana Yembesi mengaku pemahaman dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Hal ini  perlu adanya sinergi dalam mengatasi permasalahan perempuan dan anak yang kompleks ini.

“Seluruh elemen mulai dari orang tua dalam keluarga, guru di sekolah, pemerintah pusat dan daerah, media massa dan juga masyarakat. Dengan harapan  agar kelak, kekerasan terhadap perempuan dan anak ini di negeri ini bisa terus dikurangi, dicegah bahkan diakhiri,” kata Yohana  acara Seminar Three Ends yang bertajuk Sinergi dan Kolaborasi Untuk Komitmen Perlindungan Perempuan dan Anak di Vellya Hotel Ternate, Jumat (24/8/2018).

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut Yohana, sejak Maret 2016, Kementerian PPPA telah mencanangkan program unggulan dalam upaya mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak. Three Ends menjadi program yang diharapkan dapat merangkul semua elemen anak negeri untuk bergerak bersama mengatasi masalah ini.

“Tiga masalah utama yang harus diakhiri yakni mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan manusia dan mengakhiri kesenjangan ekonomi,” jelasnya.

Menteri Yohana mengaku, kekerasan terhadap perempuan dan anak bukanlah tindakan terpuji dan harus segera diakhiri. Fakta lain yang membuat dirinya meras miris adalah mayoritas pelaku kekerasan dan eksploitasi perempuan dan anak, ternyata orang dekat korban.

“Kebanyakan pelaku ternyata merupakan orang-orang yang biasa tinggal satu rumah dengan mereka atau juga berada satu lingkungan dengan mereka,” ujar Yohana.

Sementara itu, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N Rosalin menambahkan bahwa Kementerian PPPA mempunyai program yang sifatnya pencegahan kekerasan terhadap anak, salah satunya partisipasi anak dalam Forum Anak. Strategi pencegahan kekerasan terhadap anak dapat dilakukan mulai dari lingkungan terdekat anak yakni keluarga, karena keluarga adalah pengasuh pertama anak yang berpengaruh dalam membangun karakter anak.

“Keluarga juga merupakan tempat anak-anak memperoleh hak-haknya sekaligus tempat anak-anak mengembangkan bakat, minat dan kemampuannya dalam suasana yang menyenangkan. Kemudian kami juga sangat mendukung partisipasi anak dalam Forum Anak, karena disitu anak diajarkan cara menghadapi tindak kekerasan dan bagaimana anak dapat aktif berpartisipasi dalam berbagai bidang,” kata Lenny.

Perempuan dan anak berhak untuk mendapatkan perlindungan dari segala bentuk tindak kekerasan, hal tersebut tercantum dalam Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Untuk menghapus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri melainkan perlu bermitra dengan lintas sektor yakni masyarakat itu sendiri, pihak swasta, organisasi masyarakat, perguruan tinggi dan media massa.

“Dengan adanya program Three Ends diharapkan upaya solutif untuk mengakhiri tiga masalah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah bersama dapat segera terselesaikan,” harapnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut