Terlibat Bentrok, Pemuda Desa Waiman dan Wailau Diciduk Polisi

  • Bagikan
Sejumlah Pemuda Desa Waiman yang diamankan ke rumah Kades sebelum diberangkatkan ke Polres Kepsul

SANANA – Sejumlah Pemuda Desa Waiman Kecamatan Sulabesi Tengah dan Wailau Kecamatan Sanana, diciduk aparat Kepilisian dari Polres Kepuluan Sula (Kepsul) karena terlibat bentrok antar kampong. Para pemuda diamankan untuk menenangkan situasi keamanan di kedua desa.

Informasi yang dihimpun KabarMalut, bentrokan pemuda kedua desa tersebut terjadi sekira  pukul 17.00 WIT di tempat wisata Tanjung Waka Desa Fatkauyon, Kecamatan Sulabesi Timur, Minggu (26/8/2018).

Bentrokan berbuntut panjang hingga ke Desa Waiman, para pemuda Waiman yang tidak terima ini memilih pulang lebih awal ke desa mereka dan mencegah para pemuda Desa Wailau yang hendak pulang.

Dua orang pemuda dari Desa Wailau yang diduga terlibat pada bentrokan sebelumnya di tempat wisata, sempat melewati Desa Waiman dengan menggunakan sepeda motor untuk pulang. Namun dicegat para pemuda Waiman sehingga bentrokan kembali terjadi.

Kepala Desa Waiman, Abid Umaternate yang sempat menyaksikan sejumlah pemuda terlibat bentrokan itu sempat berupaya melerai namun tidak dihiraupakan sehingga polisi turun langsung mengamankan bentrokan.

“Saya sudah mencoba melerai sambil mengingatkan mereka dengan waktu, bahwa ini sudah magrib kenapa seperti ini,”  kata Abdi.

Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Kepsul, AKP Sedek Drakel sejumlah pemuda kedua desa yang diduga terlibat bentrokan langsung diamakan untuk mengakhiri pertikaian.

“Kita amankan 6 pemuda dari Desa Waiman yang duanya berstatus pelajar, sementara di Desa Wailau sendiri  ada 3 orang juga kita amankan,” ungkap Sedek, saat ditemui di TKP.

Para pemuda langsung dibawa ke Polres Kepsul untuk dimintai keterangan. Jika ada pihak yang merasa dirugikan maka persoalan ini akan ditindak tegas secara hukum yang berlaku.

“Terkait soal benar dan salah nanti dulu, asalkan kita ke kantor untuk mencari solusinya biar kedua desa ini tidak lagi saling berantam, sebab keduanya adalah saudara. Jika nanti diantara dua pihak ini ada yang berharap kasus terus diproses, maka kami akan kembalikan kasus ini ke Polsek Sanana dulu untuk penyelidikan karena wilayah hukumnya,” singkatnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut