Wisata Tanjung Waka Dibanjiri Wisatawan

  • Bagikan
Keindah wisata Tanjung Waka yang menjadi andalan wisatawan

AIKON wisata alam Tanjung Waka yang terletak di ujung selatan Pulau Sulabesi Sanana, Kepulauan Sula (Kepsul), kini dibanjiri para wisatawan lokal untuk mengakhiri libur lebaran Idul Adha.

Wisata yang berada di Desa Fatkauyon, Kecamatan Sulabesi Timur ini, jaraknya  kurang lebih 40 kilo meter dari pusat kota Sanana. Pesona pasir putih dan laut biru yang dihiasi pepohonan rindang di tepian pantai, membuat para traveling selalu memilih tempat ini untuk berwisata.

Tanjung Waka merupakan satu-satunya pantai yang menjadi andalan warga Kepulauan Sula, karena jika sudah menginjakkan kakinya di sini, pengunjung dijamin terpesona dengan keindahannya.

“Tempat wisata ini merupakan tempat wisata yang paling indah dari sekian tempat wisata di Kepulauan Sula, pasir putih yang halus, air laut yang berwarna biru dan hijau serta pohon yang rindang di tepian pantai membuat Tanjung Waka ini terkesan unik,”  ungkap salah satu pengunjung asal Desa Soamole, Safrul Aufat kepada KabarMalut.

Berlantai pasit putih, sejumlah Gazebo dibangun Pemda untuk wisatawan yang hendak duduk sambil menikmati kendahan Tanjung Waka

Air laut yang jernih, menjadi salah satu favorit bagi traveling yang suka snorkeling. Traveling yang membawa keluarga, tempat ini menjadi andalan para anak-anak mengisi waktu bermain di pantai sertai di laut, namun sudah tentu harus dalam pengawasan.

Sebagai objek wisata alam, Pemda Kepsul juga telah membangun sejumlah fasilitas penunjang, seperti Gazebo dan WC untuk membantu pengunjung. Dengan begitu, maka traveling tidak perlu khawatir jika ingin hendak duduk santai menikmati pemandangan serta membuang hajat.

Rindangya pohon di tepian pantai menjadi tempat favorit wisatawan berteduh

Tak hanya keindahan alam yang menarik simpati traveling, kuliner khas Sula yang menggugah selera  juga dijual sepanjang pantai, seperti pisang goreng dan sambal ikan roa, kelapa muda, singkong dan ubi jalar rebus serta sayur buah pepayah, papeda dan sayur daun singkong rebus.

Pengunjung biasanya dengan berberat harus bergegas pulang, jika jarum jam sudah mulai menunjukan pukul 17.00 WIT. Anda yang hobi traveling, silahkan datang menikmati langsung keindahan alam di sini. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut