Soal Reklamasi Pantai Daruba, Fandi Anggap Pemerintah Keliru

  • Bagikan
Akademisi UNIPAS Morotai, Fandi Latif

DARUBA – Pengakuan Kapala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pulau Morotai, Mahfud Tuasikal reklamasi pantai Daruba untuk pembangunan Woterfront City zona 1 tidak menggunakan dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), namun hanya menggunakan dokumen Upaya Kelola Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) karena wilayahnya kecil. Dianggap tindak keliru dan menyalahui aturan hukum yang berlaku.

Akademisi UNIPAS Morotai, Fandi Latif mengatakan statemen pemerintah daerah (Kepala DLH) tentang alasan perubahan regulasi, adalah sebuah kekeliruan, karena apapun bentuknya setiap pembangunan yang bersifat infrastruktur harus memiliki pemetaan Amdal.

“Coba pemerintah kaji kembali UU 32 2009 pada pasal 1, jelas menekankan bahwa Amdal dan UKL-UPL merupakan instrumen untuk merencanakan tindakan preventif terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang mungkin ditimbulkan dari aktivitas pembangunan,” kata Fandi kepada KabarMalut, Rabu (29/8/2018).

Fandi menuturkan, salah satu instrumen dalam perencanaan usaha dan atau kegiatan, penyusunan Amdal tidak dilakukan setelah usaha atau kegiatan dilaksanakan. Penyusunan Amdal yang dimaksud adalah pada tahap studi kelayakan atau desain detil rekayasa.

“Pada Pasal 22 UUPPLH ayat (1), menekankan setiap usaha dan kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup, wajib memiliki Amdal. Itu artinya bahwa dalil pembangunan harus adalah Amdal sebagai barometer kajian tentang penting tidaknya bangunan tersebut,” tegasnya.

Fandi mempertanyakan alibi pemerintah perubahan regulasi ke provinsi dan semangat otonomi daerah diabaikan. Baginya alibi ini sangat keliru, karena semangat otonomi daerah menekankan untuk daerah tersebut mandiri dan kreatif.

“Bagi saya karena proses ini sudah terlanjur berjalan, maka ada dugaan penyalahgunaan kebijakan dan untuk itu, maka harus ada upaya hukum untuk memastikan hal tersebut benar atau tidak,” harapnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut