Dua Menteri Hadiri Pemancangan Tiang Pertama Proyek Weda Bay

  • Bagikan
Penekanan tombol secara simbolis, oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba, Kapolda Malut dan Bupati Halteng Edy Langkara pada acara Pemancangan Tiang Pertama Proyek Weda Bay

WEDA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Ruhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melakukan Kunjungan Kerja (Kuker) ke Halmahera Tengah (Halteng) dalam rangka menghadiri pemancangan tiang pertama proyek Weda Bay yang diadakan di tanjung Ulie Kecamatan Weda Tengah, Kamis (30/8/2018).

Humas PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Ide Megawati mengatakan, PT IWIP merupakan perusahaan patungan dai tiga Investor Tiongkok, Yam Tsingshan, Huayou dan Zhenshi. Kawasan industri ini akan dibangun dalam Weda Bay  Malut dengan total investasi mencapai 10 miliar Dollar Amerika, yang merupakan realisasi dari perjanjian antara Eramet Group (Perancis) dan Tsingshan, bersama dengan partner local yaitu PT Antam  tahun 2018.

“Dan untuk mengembangkan deposit bijih nikel dan 30kt/Ni Nickel Pig Iron smelter sebagai smelter pertama di dalam Kawasan Industri Weda,” ungkap Ide Megawati kepada KabarMalut, Kamis (30/8/2018).

Menurutnya, IWIP akan menjadi kawasan industri terpadu pertama di dunia yang akan mengolah sumber daya mineral dari mulut tambang menjadi produk akhir berupa Baterai Kendaraan Listrik dan Besl Baja. Selain mengfasilitasi kegiatan pemurnian logam, Kawasan Industri ini juga bertujuan untuk menarik berbagai kalangan investor untuk membangun fasilitas pengolahan industri hilir meliputi Nickel Sulfate (NiSO4), NCM/NCA, prekursor, sampai menghasilkan produk akhir berupa Li-ion baterai untuk kendaraan listrik.

“Adapun Presiden Joko Widodo juga menargetkan bahwa produksi mobil listrlk akan mencapai 20 persen dari total produksi kendaraan nasional di Indonesia pada tahun 2025. IWIP dan para tenannya akan berdedikasi untuk memperkenalkan teknologi mutakhir yang berkelanjutan di Indonesia dan akan menjalankan usahanya sesuai dengan kaidah perundangan-undangan terhadap perlindungan lingkungan hidup, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kepentingan masyarakat lokal dan sekaligus perindustrian nasional di Indonesia,” jelasnya.

Penanda tangan prasasti (kiri-kanan): Bupati Halteng, Edy Langkara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba pada acara Pemancangan Tiang Pertama Proyek Weda Bay

Sementara itu, Presiden Direktur IWIP, Mr Xiang menambahkan, investasi tahap pertama senilai 5 milyar dollar Amerika atau Rp 144 triliun akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

“Seperti lapangan pekerjaan baru yang dapat menyerap kurang lebih 15.000 tenaga kerja lokal, pertumbuhan GDP di provinsi dan di kawasan regional, serta meningkatkan laju perkembangan industry secara keseluruhan di wilayah Indonesia bagian timur,” kata Mr Xiang.

IWIP juga berkomitmen untuk mengikuti kaidah prinsip pembangunan yang berkelanjutan dengan mengedepankan perlindungan lingkungan dan pembangunan sosial di Kawasan Industri dan sekitarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Gunernur dan Wakil Gubernur Malut, Kapolda Malut, Pangdam Patimura, Danrem, Sultan Tidore, Bupati dan Wakil Bupati Halteng, Ketua DPRD Provinsi, Ketua dan anggota DPRD Halteng dan masyarakat sekitar. (PN/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut