Kades Fritu Diduga ‘Main Mata’ Dengan PT Bhakti Pertiwi Nusantara

  • Bagikan
Kades Fritu, Ananias Matoa (tengah)

WEDA – Masyarakat Adat Desa Fritu menganggap kepala desa,(kades) desa fritu Ananias Matoa bermain mata dengan perusahan Bhakti Pertiwi Nusantara tentang ekspolitas or  di desa tersebut. Pada dua pekan lalu Ketua Badan Harian Daerah AMAN Halteng, Arkipus Kore yang juga tokoh Pemuda Desa Pritu mendatangi pihak perusahaan dan mempertanyakan aktivitas PT BPN di lokasi,ternyata tanpa diadakan musyawarah dengan pihak perusahaan telah melakukan penggalian or serta telah menampung or di lokasi stockpile.

“Setelah satu minggu kami dari Masyarakat Adat Desa Fritu menyurat kepada pihak perusahan tidak ada tanggapan balik pihak perusahan,” ungkap Ketua BHD AMAN Halteng,  Arkipus Kore kepada KabarMalut, Senin (3/9/2018).

Pihak perusahan sudah diketahui telah melakukan pembincaraan dengan aparat desa yakni Kades Fritu Ananias Matoa tentang eksporasi pengambilan or, sehingga masyarakat menduka Kades Fritu sudah ‘main mata dengan perusahan’.

“Kami juga meminta Kades Fritu jangan menjadikan warga sebagai tumbal dan dirugikan akibat aktifitas yang menghalalkan segala cara untuk mendapat keuntungan pribadi,” kesalnya.

Karena kades adalah pimpinan dan panutan terhadap apa yang menjadi keluhan warga menyampaikan aspirasi warga, jangan demi kepentingan sesaat rakyat jadi korban.

“Pengurusan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa serta masalah desa lain yang masih banyak kekurangan, tidak tepat sasaran, masih terkendala, masih urus masalah perusahan lagi,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut